Banyak Anak, Gigi Cepat Ompong

Kompas.com - 26/07/2008, 13:13 WIB

Kalau selama ini berlaku pepatah "banyak anak banyak rezeki", maka penelitian terbaru justru mengatakan banyak anak gigi ibu lebih cepat ompong.

Dalam sebuah riset yang dilakukan tim peneliti dari Universitas New York dan Yale University, ditemukan bahwa perempuan yang melahirkan banyak anak cenderung lebih banyak kehilangan giginya. Hal tersebut berlaku untuk semua perempuan dari berbagai kelas sosial. Untuk kepentingan studi tersebut, peneliti menguji data 2.635 perempuan di AS berusia 18-64 tahun yang mewakili tiga kelas sosial, yakni kelas atas, menengah, dan kelas bawah.

Pada kelompok kelas atas, wanita yang tidak memiliki anak hanya kehilangan satu gigi, sementara yang punya dua anak giginya ompong dua. Sedangkan yang memiliki anak lebih dari empat giginya yang ompong mencapai lima buah. Sementara itu, pada kelompok masyarakat kelas bawah, wanita yang tak memiliki anak rata-rata kehilangan dua giginya. Ibu yang memiliki satu anak kehilangan tiga gigi, dan mereka yang beranak empat atau lebih kehilangan gigi lebih dari enam buah.

Hal yang sama juga berlaku pada wanita dari kelas menengah. "Sepertinya punya banyak anak terkait dengan jumlah gigi yang tersisa," kata Profesor Dr Stefanie Russell, seperti dikutip the American Journal of Public Health.

Mengapa hal tersebut terjadi? Seperti dijelaskan oleh Russell, para wanita lebih mudah terkena radang gusi saat hamil. Radang gusi terjadi karena munculnya bakteri di antara gigi dan gusi sehingga menyebabkan peradangan dan gusi berdarah. Bila tidak ditangani, kondisi ini bisa mengakibatkan penyakit gusi yang parah dan gigi tanggal.

Selain itu, biasanya wanita hamil jarang datang ke dokter gigi karena takut terkena paparan sinar x yang sering dipakai untuk pemeriksaan gigi. "Wanita dengan banyak anak juga jarang ke dokter gigi mungkin karena kurang uang," kata Russell.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau