80 Persen ODHA Akibat Jarum Suntik di Madiun

Kompas.com - 26/07/2008, 18:08 WIB

MADIUN, SABTU  - Sedikitnya 80 persen dari 90 orang yang terkena HIV/AIDS di kota Madiun sejak ditemukan pertama kali pada tahun 2004, merupakan korban narkoba suntik atau injeksi, sedangkan 10 persennya akibat hubungan seksual yang tidak sehat.
    
Kepala Dinas Kesehatan kota Madiun Widwiono, Sabtu, mengatakan, khusus tahun 2008 hingga bulan Juli, jumlah penderita HIV/AIDS di kota Madiun yang telah ditemukan sebanyak 29 orang, dengan rincian 22 orang terkena HIV dan tujuh orang positif AIDS.

"Penderita baru ditemukan pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan di beberapa rumah sakit yang telah ditunjuk untuk pemeriksaan HIV/AIDS di kota Madiun salah satunya di RSUP Soedono. Mayoritas penderita yang ditemukan berusia produktif antara umur 20-30 tahun," katanya.

Menurut dia, setelah ditemukan, penderita HIV/AIDS langsung mendapatkan pemantauan dan perawatan khusus bagi penderita HIV/AIDS. Untuk pemeriksaan dan perawatan dilakukan di klinik VCT saat ini dikelola Dinas Kesehatan dan LSM yang berkecimpung dengan HIV/AIDS.

Jumlah penderita HIV/AIDS di kota Madiun pada tahun 2008 lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2007. Penderita HIV/AIDS yang ditemukan sebanyak 24 kasus, sedangkan total selama tahun 2007 sebanyak 42 orang.

"Dari 42 kasus yang ditemukan pada tahun 2007, 29 orang terkena HIV dan 13 orang positif terkena AIDS, sedangkan 13 penderita diantaranya telah meninggal dunia," katanya.

Untuk tahun 2008, jumlah penderita HIV/AIDS yang telah meninggal dunia sebanyak dua orang. Penderita HIV/AIDS yang terakhir meninggal adalah Dnd (26) warga jalan Thamrin kota Madiun. Korban meninggal setelah kondisi fisiknya terus melemah akibat ada penyakit penyertanya.

"Dua penderita HIV/AIDS yang meninggal tahun ini semuanya terjangkit HIV/AIDS akibat jarum suntik. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat yang beresiko untuk secepatnya memeriksakan diri agar proses pengobatan bisa maksimal," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau