MADIUN, SABTU - Sedikitnya 80 persen dari 90 orang yang terkena HIV/AIDS di kota Madiun sejak ditemukan pertama kali pada tahun 2004, merupakan korban narkoba suntik atau injeksi, sedangkan 10 persennya akibat hubungan seksual yang tidak sehat.
Kepala Dinas Kesehatan kota Madiun Widwiono, Sabtu, mengatakan, khusus tahun 2008 hingga bulan Juli, jumlah penderita HIV/AIDS di kota Madiun yang telah ditemukan sebanyak 29 orang, dengan rincian 22 orang terkena HIV dan tujuh orang positif AIDS.
"Penderita baru ditemukan pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan di beberapa rumah sakit yang telah ditunjuk untuk pemeriksaan HIV/AIDS di kota Madiun salah satunya di RSUP Soedono. Mayoritas penderita yang ditemukan berusia produktif antara umur 20-30 tahun," katanya.
Menurut dia, setelah ditemukan, penderita HIV/AIDS langsung mendapatkan pemantauan dan perawatan khusus bagi penderita HIV/AIDS. Untuk pemeriksaan dan perawatan dilakukan di klinik VCT saat ini dikelola Dinas Kesehatan dan LSM yang berkecimpung dengan HIV/AIDS.
Jumlah penderita HIV/AIDS di kota Madiun pada tahun 2008 lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2007. Penderita HIV/AIDS yang ditemukan sebanyak 24 kasus, sedangkan total selama tahun 2007 sebanyak 42 orang.
"Dari 42 kasus yang ditemukan pada tahun 2007, 29 orang terkena HIV dan 13 orang positif terkena AIDS, sedangkan 13 penderita diantaranya telah meninggal dunia," katanya.
Untuk tahun 2008, jumlah penderita HIV/AIDS yang telah meninggal dunia sebanyak dua orang. Penderita HIV/AIDS yang terakhir meninggal adalah Dnd (26) warga jalan Thamrin kota Madiun. Korban meninggal setelah kondisi fisiknya terus melemah akibat ada penyakit penyertanya.
"Dua penderita HIV/AIDS yang meninggal tahun ini semuanya terjangkit HIV/AIDS akibat jarum suntik. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat yang beresiko untuk secepatnya memeriksakan diri agar proses pengobatan bisa maksimal," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang