Kakak saya laki-laki berumur 58 tahun. Sudah agak lama dia mengeluh pendengaran telinga kanan menurun. Di samping itu, ada benjolan di belakang telinga. Saya sudah berkali-kali menganjurkan agar dia berkonsultasi pada dokter. Namun, karena kesibukannya sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta, dia belum sempat ke dokter.
Barulah bulan lalu dia berkonsultasi dengan dokter spesialis telinga. Hasilnya cukup mengejutkan kami. Setelah melalui pemeriksaan lengkap, termasuk laboratorium, foto rontgen, CT Scan, dan biopsi, akhirnya ditetapkan kakak saya menderita kanker nasofaring yang sudah lanjut.
Untuk itu dia harus menjalani terapi penyinaran dan saat ini sudah dijalani sebanyak lima kali. Saya tak serumah dengan kakak saya, namun saya perhatikan berat badannya menurun tajam. Nafsu makan juga berkurang. Semula saya mengira dia tak nafsu makan karena stres setelah mengetahui bahwa dia terkena kanker. Sekarang seluruh keluarga berusaha memberi dukungan moril dan materi.
Dia nampaknya sudah dapat menerima keadaannya. Namun, berat badan terus menurun. Berat badannya sudah turun sekitar 12 kg. Bagaimana meningkatkan kembali berat badan kakak saya ini. Apakah penurunan berat badan ini disebabkan oleh kankernya?
Ada teman saya yang mengatakan penderita kanker tidak boleh diberi gizi yang baik karena sel kanker dalam tubuh penderita akan semakin berkembang. Saya jadi bingung. Sementara ini kakak saya menjalani terapi radiasi sambil berobat jalan. Bagaimana cara terbaik untuk memulihkan berat badan kakak saya? Perlukah dia mendapat makanan melalui infus? Terima kasih atas penjelasan dokter.
O di B
Kanker nasofaring termasuk kanker yang sering ditemukan di Indonesia. Mudah-mudahan melalui radioterapi, kanker yang diderita kakak Anda akan dapat dikendalikan. Meski kadang-kadang setelah radioterapi adakalanya masih diperlukan kemoterapi. Namun, dokter tentu sudah mendiskusikan rencana terapi dengan kakak Anda.
Untuk sekian kalinya saya menganjurkan agar dalam penatalaksanaan kanker ini dibangun komunikasi yang baik antara dokter dan penderita serta keluarganya. Perjuangan melawan kanker tak hanya dihadapi oleh kakak Anda, namun memerlukan dukungan keluarga, teman, serta bimbingan dokter.
Semua rencana yang akan dilakukan perlu disepakati bersama. Hasil yang diharapkan juga perlu dipahami bersama, termasuk oleh keluarga. Sudah tentu yang juga penting adalah kesadaran bahwa dalam praktik kedokteran hasil terapi tidak selalu seperti yang diharapkan. Dokter hanya dapat mengupayakan tindakan terbaik, namun tak dapat menjanjikan hasil terapi pasti baik.
Nutrisi merupakan unsur penting dalam penatalaksanaan kanker. Nutrisi penting dalam masa terapi maupun pemulihan. Pada penyakit kanker dapat terjadi malnutrisi. Penderita menjadi kurus dan nafsu makan berkurang (anoreksia). Sekitar 20-50 persen pasien kanker mengalami penurunan status nutrisi. Kurang nafsu makan ini dapat disebabkan oleh produk metabolit kanker.
Di samping itu, produk metabolit ini juga dapat mengubah rasa mengecap sehingga kenikmatan makanan jadi hilang. Di samping perubahan metabolit ini, pada penyakit kanker juga dapat terjadi gangguan penyerapan makanan. Malnutrisi pada penderita kanker dapat mempengaruhi hasil pengobatan radioterapi maupun kemoterapi. Karena itulah perlu diupayakan agar asupan nutrisi pada penderita kanker dapat terlaksana secara adekwat. Tidaklah benar anggapan dengan memberikan gizi yang adekwat sel kanker akan semakin tumbuh.
Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter untuk membahas cara mengatasi malnutrisi yang terjadi pada kakak Anda. Besar kemungkinan dokter akan merujuk ke ahli gizi untuk menilai keadaan gizi serta menghitung kebutuhan gizi kakak Anda. Kebutuhan kalori penderita kanker adakalanya lebih besar daripada orang normal. Karena itu tidaklah mudah memasukkan makanan yang dibutuhkan pada penderita kanker.
Perlu dicari cara yang nyaman dan dapat diterima penderita. Pemberian makanan secara parenteral, melalui infus, merupakan salah satu alternatif. Namun, cara ini baru ditempuh bila makanan perenteral (melalui saluran cerna) tak dapat dilakukan. Untuk menjamin kebutuhan nutrisi adakalanya dipasang pipa melalui hidung ke dalam lambung penderita.
Melalui cara ini makanan cair dapat dimasukkan. Kelemahan pemberian makanan melalui infus adalah pertama mahal (sekitar 300.000 sampai 600.000 per hari) dan untuk pemberian lama infus harus dipasang di vena sentral dekat leher. Jika dipasang infus di tangan dalam waktu pendek harus dipindahkan karena jika tidak, akan terjadi radang pembuluh darah balik (phlebitis).
Jika terapi nutrisi dapat dilaksanakan dengan baik, maka kita akan dapat memperbaiki status gizi penderita. Penurunan berat badan dapat dicegah dan berat badan dapat meningkat kembali. Gizi yang baik akan mengurangi risiko terjadinya penurunan sistem imun. Nah, saya berharap Anda sekeluarga akan dapat terus memberikan dukungan pada kakak Anda. Anda bersama dokter akan dapat mengatasi malnutrisi pada kakak Anda dan sudah tentu saya juga mengharapkan agar terapi yang dijalankan pada kakak Anda akan berhasil baik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang