Azirwan dan Bupati Bintan Saling Bela

Kompas.com - 28/07/2008, 12:53 WIB

JAKARTA, SENIN - Azirwan, terdakwa kasus dugaan suap anggota DPR terkait pengalihfungsian hutan lindung di Bintan, dan Bupati Bintan Anzar Ahmad, saling membela di persidangan itu.Melodrama terjadi di persidangan  dengan terdakwa Azirwan pada pagi ini. 

Azirwan membenarkan segala kesaksian atasannya itu. Dia juga memohon maaf kepada Anzar atas kasus dia anggap memalukan rakyat Bintan. "Alhamdulillah, saya bisa melewati segala benturan... Banyak yang tidak saya laporkan ke Bapak. Maaf... Saya sudah mencoreng...," ucap Azirwan yang tak mampu melanjutkan kata-katanya dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (28/7).

Pada kesaksiannya di persidangan pagi ini, Anzar mengatakan tidak pernah mendapatkan laporan dari Azirwan mengenai proses pemberian uang 'pelicin' kepada sejumlah anggota Komisi IV DPR RI. Misalkan tentang investor yang memberikan uang senilai Rp4 miliar untuk memuluskan pengalihfungsian hutan lindung di Bintan.

Mengenai hal tersebut, Anzar mengatakan hanya mengetahui dua orang, Leong Weng Kee dan Suganda, sebagai calon investor. Dia pun baru bertemu keduanya saat penandatanganan nota kerjasama.

Menurut Anzar, Azirwan merupakan pemikir andalan Kabupaten Bintan yang biasanya baru melaporkan tugasnya saat sudah selesai."Saudara terdakwa seorang pemikir andalan. Biasanya kalau sudah selesai (tugasnya) baru dilaporkan," jelasnya.

Oleh karena itu, Anzar meminta agar majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannya kepada ketua percepatan pembangunan Bandar Sri Bintan itu. "Kami mohon, beliau dapat diputuskan dengan hukuman seringan-ringannya," pintanya.

Ketua majelis hakim, Mansyurdin Chaniago, kemudian bertanya mengapa dia mengajukan permohonan itu. Anzar menjawab, "Rakyat Bintan masih membutuhkan pemikiran beliau," ujar Anzar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau