WONOSOBO, SENIN - Jangan bandingkan industri pariwisata Malaysia dengan industri pariwisata Indonesia. Malaysia anggaran promosi besar dan membolehkan judi, sedangkan Indonesia mengharamkan judi. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menegaskan hal itu kepada sejumlah wartawan saat mengunjungi kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (28/7).
"Biaya promosi wisata Indonesia kecil, karena kita masih prioritaskan pendidikan dan kesehatan. Anggaran Depbudpar hanya Rp150 miliar sampai Rp200 miliar," ujarnya. Walau anggaran promosi kecil, lanjutnya, semangat tak boleh lemah tapi harus gede, agar hasilnya optimal.
Di tengah keterbatasan dana promosi, wisata Indonesia menunjukkan peningkatan. Tahun 2007 lalu, turis asing yang berkunjung ke Indonesia mencapai rekor tertinggi, yakni 5,5 juta orang, dari target 6 juta orang. Tahun 2008, menurut Jero Wacik, kedatangan turis asing ditargetkan 7 juta orang.
Per 30 Juni 2008, jumlah turis asing yang telah mengunjungi Indonesia tercatat 3,1 juta orang. Berdasarkan data statistik, selalu pada semester kedua lebih besar dari semester pertama.
"Jadi ada harapan, sekitar 3,5 juta sampai 3,9 juta orang akan datang pada semester kedua, yang hari liburnya lebih banyak. Untuk ini, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata akan kerja keras, bahu membahu dan gencar promosi terus menerus," tandas Menteri Jero Wacik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang