JAKARTA, SENIN - Terkait dengan peristiwa serangan warga Kampung Pulo Pinang Ranti ke kampus Sekolah Tinggi Theologia Arastamar (SETIA), Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berharap masyarakat waspada terhadap provokasi.
Hidayat berharap jika ada permasalahan yang terjadi, masyarakat dapat menyelesaikannya dengan kekeluargaan sesuai dengan ketentuan hukum yang ada. "Mendirikan rumah ada IMB-nya, mendirikan warung juga ada izin usahanya. Intinya, segala sesuatu harus dilandasi dengan hukum. Tidak boleh kita menghakimi sendiri dan tidak boleh menyelenggarakan kegiatan yang tidak sesuai dengan UU," ujar Hidayat di Jakarta, Senin (28/7).
Berkaitan dengan kemungkinan radikalisme Islam di dalam kasus tersebut, Hidayat mengaku belum mengikuti kasus tersebut secara detil sehingga belum dapat berpendapat. "Namun, radikalisme kadang bisa terjadi karena provokasi juga. Saya berharap tidak ada provokasi dan radikalisme. Sekali lagi, kalau basisnya melakukan perundangan yang ada, saya kira bisa dihindari," ujar Hidayat. (LIN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang