KARANGASEM, SENIN - Ribuan penduduk pada sejumlah desa di Kabupaten Karangasem, di penghujung timur Bali, kini mulai kesulitan air bersih setelah kemarau berlangsung cukup panjang. Pantauan Antara, Senin (28/7), menyebutkan kondisi warga yang cukup parah antara lain tampak di Desa Muntigunung dan Tianyar Barat, Kecamatan Kubu.
Kepala Desa (Perbekel) Tianyar Barat, Putu Gede Dana mengakui kalau warganya sejak sepekan ini mengalami kesulitan air bersih setelah kemarau berlangsung cukup panjang. "Warga kami seperti biasa memanfaatkan air yang bersumber dari curah hujan, sehingga bagaimana sekarang bisa punya air kalau hujannya tidak turun," ujarnya.
Sementara Camat Kubu, Wayan Sutapa, mengaku bahwa pihaknya telah memasok air bersih kepada penduduk yang bermukim di daerah perbukitan yang tandus, seperti di daerah Muntigunung dan Tianyar Barat. "Air dipasok ke daerah itu dengan mobil tangki yang setiap harinya berkisar antara dua sampai tiga mobil," katanya.
Gede Dana membantah kalau pasokan air dari kantor kecamatan itu telah sampai ke wilayahnya. "Belum tuh, belum ada mobil tangki yang datang ke sini," katanya.
Kepala Desa menjelaskan, kalau saja mobil tangki tersebut telah sampai ke desanya, dijamin sebagian besar warga tidak mampu membeli air bersih.
Masalahnya, lanjut dia, air bersih yang biasa dibawa mobil tangki harganya sangat mahal. "Perlima kubik air saja, harganya lebih dari Rp 150 ribu. Darimana uang sebesar itu bagi warga kami yang sebagian besar tercatat sebagai petani miskin?" ujar Gede Dana.
Sehubungan dengan itu, ia mengharapkan, kalau saja air akan dipasok ke daerahnya dengan mobil tangki, harganya dapat ditekan sehingga penduduk mampu membelinya.
Sehubungan hujan tak kunjung turun, beberapa warga Tinyar Barat mengaku terpaksa harus menempuh jarak sekitar empat kilometer untuk mendapatkan air pada sebuah sumur tua yang terdapat di dekat Pantai Kubu. Meski airnya dirasakan payau, namun tidak sedikit warga yang terpaksa harus menyusuri jalan setapak menuruni lereng bukit untuk mendapatkan air di sumur tua tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang