JAKARTA, SENIN - Indonesia perlu membuka peluang untuk lahirnya banyak ilmuwan dengan harapan ada yang bisa menjadi peraih Nobel. Impian ini bukanlah tanpa dasar karena Indonesia punya banyak bibit unggul di bidang sains dan teknologi yang sebenarnya mampu bersaing dengan ilmuwan dunia lainnya.
”Untuk negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia, hadiah Nobel sangat berarti. Kita sebenarnya punya bibit unggul mulai dari Aceh hingga Papua yang suatu saat nanti bisa muncul sebagai peraih Nobel. Kuncinya, Indonesia perlu mendorong munculnya sebanyak mungkin ilmuwan yang mampu menghasilkan penelitian berkualitas dan spektakuler,” kata Fisikawan Yohanes Surya dalam pertemuan mengenai penyelenggaraan Science Camp (ACS) 2008, di Jakarta, Senin (28/7).
Menurut Yohanes yang juga Ketua Panitia ACS 2008, bermunculannya banyak siswa Indonesia yang berprestasi di ajang olimpiade sains dunia seharusnya berlanjut pada membuka kesempatan bagi mereka untuk bisa menikmati pendidikan terbaik di dunia.
”Kita bisa belajar dari China. Banyak siswa terbaiknya yang dikirim belajar ke Amerika Serikat. Ini bisa membuka kesempatan buat siswa terbaik kita untuk belajar dari ilmuwan dunia, bahkan peraih nobel. Tentu saja tidak boleh dilupakan memperbaiki pendidikan tinggi kita yang bisa melahirkan ilmuwan yang baik,” ujar Yohanes.
Anugerah Pekerti, anggota Directors of International Board, Habitat for Humanity International, yang juga Panitia ACS 2008, mengatakan peluang untuk lahirnya banyak ilmuwan bisa dimulai dengan penyediaan sarana riset, perpustakaan, serta membangun budaya baca yang kuat.
”Orang Indonesia itu nggak berpikir ilmu untuk kepentingan jauh ke depan. Coba amati, uang yang banyak dari hasil tambang di daerah-daerah lebih suka dihabiskan untuk bermewah diri daripada menyediakan beragam fasilitas yang bisa mendorong lahirnya banyak ilmuwan di negara ini,” kata Anugerah.
Mengenai banyaknya orang pintar Indonesia berprestasi yang lebih suka menimba ilmu dan berkarir di luar negeri, Anugerah, mengatakan, sebenarnya cara untuk membuat mereka kembali ke Tanah Air tidak sulit. Pemerintah justru bisa menawarkan peluang riset yang menantang dan publikasi buat mereka di dalam negeri.
Anugerah mencontohkan Pemerintah Korea Selatan, Taiwan, dan China berhasil menarik pulang warga negara mereka yang berprestasi dari luar negeri. ”Cara menariknya tidak yang macam-macam. Pemerintah di sana menawarkan peluang riset yang lebih besar dan dibangunnya pusat-pusat sains,” jelas Anugerah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang