Polres Metro Tangerang Merazia Omprengan

Kompas.com - 29/07/2008, 08:07 WIB

TANGERANG, SELASA - Satuan Lalu Lintas Polres Metropolitan Tangerang, Selasa pagi ini, melakukan razia besar-besaran terhadap mobil angkutan pelat hitam yang biasa disebut omprengan. Operasi diadakan di Jalan Daan Mogot kawasan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Komisaris Tomy Wibisono menyampaikan, razia akan berlangsung sampai sekitar pukul 08.00. "Kami pilih jam-jam sibuk, saat omrengan biasanya paling banyak keluar pada jam itu," kata Tomy.

Sebanyak 50 anggota satuan lalu lintas, termasuk brigade mobil, ikut mengamankan razia. Ini razia terbanyak dibandingkan dengan razia pada hari sebelumnya yang rutin dilakukan polisi. Menurut Tomy, razia kali ini lebih banyak dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan antara sopir angkot pelat kuning dan omprengan seperti yang terjadi kemarin. "Namun, sasaran razia kami tak hanya omprengan, jika pelat kuning, mobil dinas, atau sepeda motor melanggar juga tetap akan ditindak," katanya.

Senin (28/7) sebanyak 10 mobil angkot pelat kuning ataupun omprengan dirusak massa di Jalan Daan Mogot wilayah Kota Tangerang dan Jakarta Barat. Perusakan itu diduga sebagai kelanjutan dari pertikaian antara sopir angkot dan omprengan. Selama ini sopir angkot resmi meminta polisi menindak omprengan yang banyak beroperasi di Tangerang dan Jakarta Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau