JAKARTA, RABU - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, para loper koran, tabloid dan majalah merupakan pahlawan infomasi. Pasalnya, tanpa kehadiran dan peranan mereka, bangsa dan masyarakat tidak mungkin mendapatkan informasi yang diberitakan oleh para wartawan.
"Kalau guru kita sebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, maka para loper kita sebut juga pahlawan informasi," ujar Wapres Kalla, saat berpidato di acara Loper's Day 2008 di Pantai Carnaval, Taman Impian Jaya Ancol (Tija), Jakarta Utara, Sabtu (30/7).
Dalam acara itu, bukan hanya hadir para agen dan loper koran, tabloid dan majalah beserta keluarganya se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), akan tetapi juga loper di sekitar Bandung, Bogor, Serang dan Banten, yang jumlahnya mencapai sekitar 50.000 orang. Juga Ketua Umum Yayasan Loper Indonesia Laris Naibaho dan Ketua Panitia Loper's Day Sugeng Hari Santoso yang juga merupakan General Manager Kompas-Gramedia Group.
Menurut Wapres Kalla, wartawan boleh hebat, koran atau majalah boleh terkenal dan percetakannya boleh memiliki kualitas yang tinggi, namun tanpa dukungan dan peranan loper dan agen, koran dan majalan itu tidak akan berarti apa-apa.
"Oleh sebab itu, berilah penghargaan yang terbaik bagi para loper dan agen koran dan majalah, mengingat peranannya yang sangat penting," lanjut Wapres. Sebelumnya, Laris Naibaho mengharapkan agar pemerintah memberikan pengakuan terhadap profesi dan peranan para loper dan agen koran dan majalah, karena peranannya selama ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang