JAKATA, RABU - Pelarangan terbang (air ban) Uni Eropa terhadap maskapai penerbangan Indonesia ke wilayah mereka tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan maskapai di Indonesia. Garuda Indonesia yang membuka kerjasama codeshare dengan maskapai di Eropa hanya "kehilangan" pendapatan sebesar 9 juta dolar AS per tahun.
Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengatakan, potensi kehilangan sebanyak itu tidak signifikan dengan pendapatan total Garuda yang sebesar 1,4 miliar dolar AS. "Ini tidak ada satu persennya dengan pendapatan total, jadi tidak berpengaruh apa-apa. Garuda juga tidak rugi karena pelarangan itu," kata Emirsyah di Jakarta, Selasa (29/7).
Emir menjelaskan, sejak diberlakukannya pelarangan terbang UE pada 2007, pendapatan Garuda dari turis-turis Eropa yang akan ke Indonesia turun hingga 50 persen. Bila sebelum pelarangan, pendapatan mencapai 1,5 juta dolar per bulan, maka kini menurun hingga 750 ribu dolar sehingga dalam setahunnya pendapatan hanya 9 juta dolar.
Pengaruh pelarangan sangat kecil karena selama ini tidak ada maskapai penerbangan dari Indonesia yang membuka rute ke wilayah Eropa. "Pengaruh secara langsungnya tidak ada, tetapi pengaruh tidak langsungnya ya ada," kata Emir.
Dia menyebut potensi penjualan tiket yang tidak didapat Garuda karena selama ini maskapai BUMN tersebut telah bekerjasama codeshare dengan beberapa maskapai Uni Eropa. Sejak dilarangnya masyarakat Eropa naik pesawat Indonesia, penumpang Garuda asal Eropa mulai berkurang.
Dalam kerjasama codeshare, Garuda hanya menjual tiketnya, sedangkan penumpang di Eropa yang menggunakan tiket tersebut bisa menumpang dengan pesawat maskapai yang bekerjasama codeshare. Garuda hanya melayani penumpang saat berada di Indonesia.
"Tapi kalau tadinya kita punya penerbangan langsung, ceritanya mungkin lain. Mungkin kerugiannya akan banyak," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang