DEN HAAG, RABU - Mantan pemimpin Serbia-Bosnia, Radovan Karadzic, Kamis ini, untuk pertama kalinya muncul di hadapan Pengadilan Internasional terhadap Penjahat Perang Bekas Yugoslavia atau ICTY di Den Haag. Pemerintah Serbia menyerahkan Karadzic ke ICTY, Rabu (30/7).
”Kemunculan pertama Radovan Karadzic dijadwalkan hari Kamis, 31 Juli pukul 16.00 di Ruang Sidang I di hadapan hakim Alphons Orie,” demikian pernyataan ICTY.
Dalam sidang pertama itu, Karadzic dipersilakan mengajukan pembelaan. Karadzic menghadapi hukuman seumur hidup jika terbukti bersalah atas 11 dakwaan, termasuk genosida, kejahatan perang, dan kejahatan melawan kemanusiaan.
Dakwaan terhadap Karadzic terfokus pada dua peristiwa saat pecah Perang Bosnia-Herzegovina tahun 1992-1995, yaitu pengepungan kota Sarajevo selama 43 bulan, yang menewaskan ribuan orang, dan pembantaian di Sebrenica. Karadzic, yang ditangkap di Belgrade, 21 Juli, menyatakan dirinya tidak bersalah dan akan membela dirinya sendiri di pengadilan.
Diserahkan
Hari Rabu pagi, Karadzic dibawa ke Den Haag menggunakan pesawat Pemerintah Serbia dari Belgrade. Setelah mendarat di Bandara Rotterdam, Karadzic dibawa ke pusat tahanan Scheveningen di bawah kawalan ketat.
Pengadilan menolak membeberkan detail penyerahan Karadzic dengan alasan keamanan. Namun, sebuah helikopter tampak mendarat di balik tembok tinggi unit penahanan dan sebuah helikopter lain mengawasi dari atas.
Beberapa saat sebelumnya, dua mobil minivan hitam masuk melalui pintu gerbang penjara. Karadzic ditempatkan di unit penahanan yang juga pernah ditempati mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic.
Juru bicara ICTY, Nerma Jelacic, mengatakan, pengadilan akan menjamin hak Karadzic untuk mendapatkan pengadilan yang layak sesuai dengan standar tertinggi internasional.
Tim hukum Karadzic akan berupaya menunda penyerahan Karadzic ke ICTY. Namun, mereka mengakui hanya bisa menunda penyerahan itu, bukan menghentikannya.
Pengacara Karadzic, Sveta Vujacic, mengatakan, kliennya akan menunda pengajuan pembelaan selama 30 hari, waktu maksimal yang diperbolehkan aturan pengadilan. Vujacic juga mengakui tidak pernah mengajukan permintaan yang menolak penyerahan Karadzic.
Bentrokan
Beberapa jam sebelum Karadzic diserahkan kepada ICTY, sekitar 10.000 ultranasionalis Serbia menggelar protes di pusat kota Belgrade dan bentrok dengan polisi. Mereka menentang penyerahan Karadzic ke ICTY dan memberikan dukungan bagi dirinya.
”Saya bangga dengan cara dia menyembunyikan diri selama bertahun-tahun dan saya kecewa bagaimana dia dilempar ke mulut monster,” kata Momir Vasiljevic, seorang pemrotes.
Beberapa orang melemparkan batu dan sampah ke arah polisi, yang dibalas dengan tembakan peluru karet dan gas air mata. Sekitar 45 orang, kebanyakan polisi, luka-luka dalam bentrokan tersebut.