SUNGAILIAT, KAMIS - Antrean panjang di SPBU tak perlu ditutup-tutupi saat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono datang ke Bangka Belitung (Babel). Sebaliknya, Presiden bisa menyaksikan langsung keadaan yang terjadi pada masyarakat Babel saat ini.
"Tak perlu ditutup-tutupi. Para pemimpin dan pejabat di daerah ini tak perlu takut. Itulah kenyataan yang terjadi bertahun-tahun di Bangka Belitung yang tidak pernah bisa teratasi, termasuk kondisi listrik. Ini terjadi karena kegagalan pemerintah pusat, bukan daerah," ujar Iwan Prahara, Ketua DPW PBR Babel, Kamis (31/7).
Soal antrean para pengerit di SPBU, katanya, tak lepas dari kegagalan dalam menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat di Babel. "Rakyat tahu aturan kalau yang mereka lakukan salah. Tapi, mereka mau bekerja apa. Lapangan kerja saja tidak ada. Harus diberikan solulsi kalau menegakkan aturan," tukasnya.
Sementara itu, Bupati Bangka Yusroni Yazid menuturkan, kehadiran SBY dijadikan semangat baru bagi masyarakat Bangka. Persoalan BBM dan listrik, ujarnya, juga akan menjadi perhatian karena menyangkut pembangunan di Bangka.
"Nantikan ada pertemuan. Bisa saja nanti kita sampaikan kepada Pak Gubernur, nanti Gubernur akan sampaikan masalah-masalah itu. Saya yakin Gubernur sudah mempersiapkan semuanya," katanya.
Yusroni juga mengatakan menyambut kedatangan Presiden ini areal SPBU harus bebas antre. "Sementara ini tidak ada antre, setelah pulang bisa jadi ada lagi. Kalau setiap hari Pak SBY ke sini rapi terus kita ini," ujarnya. (Bangka Pos/H7/Ana)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang