Presiden Diminta Saksikan Antrean BBM di Babel

Kompas.com - 31/07/2008, 13:12 WIB

SUNGAILIAT, KAMIS - Antrean panjang di SPBU tak perlu ditutup-tutupi saat Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono datang ke Bangka Belitung (Babel). Sebaliknya, Presiden bisa menyaksikan langsung keadaan yang terjadi pada masyarakat Babel saat ini.

"Tak perlu ditutup-tutupi. Para pemimpin dan pejabat di daerah ini tak perlu takut. Itulah kenyataan yang terjadi bertahun-tahun di Bangka Belitung yang tidak pernah bisa teratasi, termasuk kondisi listrik. Ini terjadi karena kegagalan pemerintah pusat, bukan daerah," ujar Iwan Prahara, Ketua DPW PBR Babel, Kamis (31/7).

Soal antrean para pengerit di SPBU, katanya, tak lepas dari kegagalan dalam menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat di Babel. "Rakyat tahu aturan kalau yang mereka lakukan salah. Tapi, mereka mau bekerja apa. Lapangan kerja saja tidak ada. Harus diberikan solulsi kalau menegakkan aturan," tukasnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Yusroni Yazid menuturkan, kehadiran SBY dijadikan semangat baru bagi masyarakat Bangka. Persoalan BBM dan listrik, ujarnya, juga akan menjadi perhatian karena menyangkut pembangunan di Bangka.

"Nantikan ada pertemuan. Bisa saja nanti kita sampaikan kepada Pak Gubernur, nanti Gubernur akan sampaikan masalah-masalah itu. Saya yakin Gubernur sudah mempersiapkan semuanya," katanya.

Yusroni juga mengatakan menyambut kedatangan Presiden ini areal SPBU harus bebas antre. "Sementara ini tidak ada antre, setelah pulang bisa jadi ada lagi. Kalau setiap hari Pak SBY ke sini rapi terus kita ini," ujarnya. (Bangka Pos/H7/Ana)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau