Materazzi Cedera, Inter Pikirkan Pemain Baru

Kompas.com - 31/07/2008, 15:51 WIB

MILAN, KAMIS - Inter Milan sepertinya akan mengubah keputusannya untuk tidak menambah pemain baru. Menyusul cederanya bek Marco Materazzi, Presiden Inter, Massimo Moratti mempertimbangkan rencana menambah pemain baru di lini belakang Nerazzurri.

Inter sebetulnya sudah menutup pintu transfer pemain baru setelah juara Liga Serie-A itu mendapatkan Sulley Muntari, beberapa hari lalu. Inter bahkan merasa kelebihan pemain dan ingin melepas beberapa pemain yang tak masuk skuad garapan pelatih Jose Mourinho.

Namun, kabar cederanya Matrix, sebutan untuk Materazzi, membuat Mourinho dan sejumlah petinggi Inter kalang-kabut. Matrix mendapat cedera ketika baru beberapa menit membela Inter dalam perebutan Trofeo TIM lawan Juventus. Ia diperkirakan bakal absen dalam tiga pekan mendatang, sementara tim "Biru-Hitam" harus menjalani kualifikasi Liga Champions bulan depan.

Karena cedera itu, Moratti lalu memanggil Direktur Teknis Marco Branca untuk mendiskusikan langkah ke depan yang lebih baik. Keduanya sepakat, akan memutuskan akan menambah pemain baru atau tidak setelah melihat hasil pemeriksaan kesehatan Materazzi.

"Cedera Materazzi membuat kami frustasi karena kami akan menghadapi pertandingan-pertandingan penting. Kami akan memutuskan dalam beberapa hari ke depan apakah akan menambah pemain baru," aku Moratti kepada Gazetta dello Sport.

Karena ingin fokus kepada lini pertahanan, Moratti menolak menambah pemain di sektor lain. Ia membantah akan tetap mengejar gelandang AS Roma, Alberto Aguilani. Baginya, kedatangan Muntari di lapangan tengah sudah cukup bagus dan ia berharap Muntari dapat tampil lebih baik lagi. (GZT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau