Cumbuan Maut Tak Perlu Jadi Ahli Pijat

Kompas.com - 01/08/2008, 05:51 WIB

SEJAK peradaban manusia dimulai, kebiasaan memijat tubuh menjadi sebuah repertoar erotis tersendiri. Berabad-abad lamanya banyak orang dalam beragam kebudayaan di seluruh dunia menikmatinya. Ini adalah cara terbaik memperlakukan seseorang pada sahabatnya. Dapat juga dilakukan bergantian.

Banyak ahli pijat menyebutkan bahwa teknik sentuhan yang menjadi dasar pijat bisa dianggap sebagai sebuah cara bercumbu. Dan memang seni menyentuh pantas dipelajari agar kita mampu menjadi “pencinta” sejati sehingga pasangan kita pun akan merem melek (Jawa, artinya mengalami kenikmatan yang luar biasa) dibuatnya.

Karena itu, setelah menjalani hari-hari panjang yang melelahkan setiap hari, sakit kepala, bahu pegal dan tegang, otot-otot kaki mengencang keras, pijatan menjadi sebuah sarana yang luar biasa dahsyat untuk menyelesaikan semua itu. Kita bahkan tidak perlu melepaskan baju atau pakaian untuk bisa menikmatinya saat tangan pasangan memulai pijat kepala, leher, dan pundak.

Bagi pasangan suami istri, sentuhan ini merupakan sarana untuk bisa bercengkerama dan menikmati kebersamaan meski pada akhirnya tidak bisa dipungkiri akan membawa mereka pada hubungan seks. Tangan-tangan ahli dan terampil para ahli kecantikan dapat membuat wajah yang melelahkan menjadi segar kembali.

Perawat rambut di salon pun demikian. Pijatan pada kepala saat mengeramas rambut menjadi bagian yang pantas dinikmati. Juga ibu yang sedang menidurkan si jabang bayi. Sentuhan membuat sang bayi terlelap.

Lebih dari itu, dalam dunia olahraga, pijatan mencegah terjadinya cedera otot. Sementara di rumah sakit, sirkulasi darah dilancarkan. Namun, kita tidak perlu menjadi seterampil para ahli dalam memijat. Cukup menyentuh saja. Lakukan dengan lembut. Ini adalah teknik yang paling sederhana.

Anda bahkan dapat membuat sentuhan ini seerotis mungkin. Sekali Anda menerapkan teknik sederhana ini, seluruh pengalaman yang luar biasa selanjutnya akan Anda rasakan.

Jadi:

  • Pijat adalah sebuah jalan setapak untuk Anda agar bisa menikmati kembali relasi dengan pasangan saat sudah mulai terasa hambar. Barangkali Anda bisa menikmati kebersamaan sepanjang waktu setelah Anda lelah bekerja atau mengasuh anak.
  • Dari pada berselingkuh, pijat yang bisa dilakukan oleh pasangan memberi kesempatan bagi Anda untuk menikmati getaran rasa, sensasi fisik erotis yang bisa dibagikan satu sama lain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau