Melabrak Selingkuhan Si Dia secara Elegan

Kompas.com - 01/08/2008, 09:24 WIB

Mengetahui pasangan punya selingkuhan pasti rasanya ingin marah dan melabraknya bersama selingkuhannya. Boleh-boleh saja sih asal tidak dengan emosi tinggi. Lakukanlah dengan cara elegan.

1. Tenang tapi Menghanyutkan
Meski memergoki pasangan sedang jalan dengan mantannya, tetaplah bersikap tenang di depan dua sejoli itu. Tak perlu ribut menghadapi lelaki yang jelas-jelas tidak setia. Apalagi membuang energi dengan berkonfrontasi dan melabrak si selingkuhan itu. Selain harga diri kita jatuh karena berteriak-teriak di tempat umum, orang yang melihat pun menaruh iba atau mungkin tidak respek pada kita.

2. "Be Friend"
Memang sulit untuk tidak marah ketika tahu pasangan berselingkuh. Namun, melampiaskan marah pun sesungguhnya tidak menyelesaikan masalah. Daripada menguras pikiran, perasaan, dan tenaga dengan marah, lebih baik pikirkan langkah terbaik yang bisa dilakukan untuk menghentikan perselingkuhan itu. Ini jika Anda ingin tetap mempertahankan hubungan Anda berdua.

Anda bisa mendekati perempuan yang jadi selingkuhan pasangan. Bersikaplah baik dan bersahabat pada perempuan itu seolah tak pernah tahu perbuatan perempuan itu dan pasangan Anda. Sikap ini bisa meluluhkan perempuan itu, dan akhirnya mundur teratur. Tidak selamanya peperangan itu harus dilalui dengan kekerasan kan?

3. "Heart To Heart"
Jika Anda bersedia memaafkan perselingkuhan si dia, bicara dari hati ke hati dengan dia dan selingkuhannya bisa jadi cara elegan “melabrak”. Buatlah sebuah pertemuan. Ajak mereka duduk bersama untuk menuntaskan kasus perselingkuhan ini. Namun, sebelumnya Anda harus bicara dengan pasangan dulu. Katakan bahwa Anda sudah mengetahui kisah perselingkuhannya, bahwa Anda kecewa, tapi bersedia memaafkan jika ia mau menghentikan perselingkuhan itu.

Saat bertemu, perkenalkan diri Anda sebagai pacar atau istri yang sah dari lelaki yang selama ini dikencani perempuan itu. Kalau dia perempuan baik-baik dan masih punya harga diri, dia akan malu dan takkan menemui pasangan Anda lagi. Namun, jika ternyata dalam pembicaraan awal pasangan lebih memilih si selingkuhan daripada Anda, lebih baik tinggalkan saja.

4. Buat Jebakan
Ada cara lain untuk melabrak pacar dan selingkuhannya sekaligus mempermalukan mereka. Namun, cara ini sebaiknya baru Anda lakukan jika Anda sudah siap mental untuk terkenal, amarah Anda sudah sampai ke ubun-ubun, dan Anda tak bisa memikirkan cara lain yang lebih baik untuk melabrak mereka. Caranya, jebak dan masukkan mereka ke acara reality show di teve. Nah, dijamin pacar Anda dan selingkuhannya bakal malu besar. Sementara Anda akan terkenal dan mungkin ada lelaki yang melihat Anda sebagai jomblo potensial.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau