Hindari Kesan Murah, Bali Naikkan Tarif Hotel

Kompas.com - 01/08/2008, 15:52 WIB

DENPASAR, JUMAT - Para pengusaha hotel di Bali yang meliputi berbagai kategori, baik butik, vila, berbintang hingga kelas melati, sudah saatnya menaikkan tarif kamar antara 5-15 persen seiring kenaikan tingkat hunian kamar selama semester I-2008. 

"Strategi menaikkan tarif bukan semata untuk menyesuaikan biaya operasional seiring kenaikan harga-harga belakangan ini, tetapi yang lebih penting adalah mencegah munculnya anggapan sebagai destinasi yang murah," kata Direktur Eksekutif Bali Hotels Association (BHA) Djinaldi Gosana di Denpasar, Jumat (1/8).

Menurut dia, Thailand dengan sejumlah obyek wisata di sekitar Bangkok hingga Pataya sempat mengalami masa-masa kurang menguntungkan karena telanjur dicap murah. "Untuk mengangkat kembali citra sebagai tujuan wisata yang bergengsi, Thailand membutuhkan waktu lama," katanya.

Usulan agar Bali menaikkan tarif kamar hotel itu dilakukan setelah Djinaldi menganalisis data tarif dan tingkat hunian kamar atau okupansi berbagai kategori hotel untuk periode Januari-Juni tahun 2005 hingga 2008. Ketika tingkat hunian kamar hotel di Bali mulai meningkat hingga semester I-2005 berkisar 41,8 hingga 62,7 persen, kemudian merosot lagi pada semester I-2006 antara 34,7-48,2 persen. Hal itu terjadi menyusul peristiwa bom Bali kedua, Oktober 2005.

Kemudian perbandingan antara semester I-2007 dan 2008 untuk kategori pelayanan khusus, butik maupun vila, dengan tarif di atas 200 dollar AS, rata-rata okupansinya meningkat dari 48 menjadi 62,1 persen.

Perbandingan sama untuk tarif 80 dollar-200 dollar AS, seperti hotel berbintang empat dan lima, okupansinya naik dari 62,4 menjadi 72,8 persen. Tarif 50 dollar-80 dolar, okupansinya naik dari 62,9 menjadi 79,3 persen dan tarif di bawah 50 dollar naik dari 65,7 menjadi 76 persen.

Menurut Djinaldi, di saat rata-rata okupansi telah melebihi 60 persen, maka hotel itu sudah dapat menikmati keuntungan dan menjadi waktu yang tepat untuk menaikkan tarif kamar.

"Tingkat hunian kamar sudah aman, relasi tamu sudah banyak. Kenaikan tarif 5-15 persen tidak akan memengaruhi okupansi," ucapnya seraya mengakui banyak hotel yang kini justru "bermain", yakni secara diam-diam malah menurunkan tarif kamar.

Ia berharap seluruh manajemen hotel bisa kompak, tidak main kucing-kucingan menurunkan tarif secara diam-diam agar bisa mempertahankan Bali sebagai destinasi yang bergengsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau