Rooney Ludahi Paparazzi

Kompas.com - 02/08/2008, 01:22 WIB

STRIKER Manchester United (MU), Wayne Rooney, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pemain bertemperamental tinggi ini dituduh meludahi seorang paparazzi yang mencoba memotret dirinya.

Pemburu foto (paparazzi) di Inggris memang terkenal militan. Meraka tak segan menguntit obyeknya, ke mana pun dia pergi. Demikian juga Wayne Rooney. Ketika keluar dari sebuah rumah makan dengan istrinya, Coleen McLoughlin, seorang paparazzi mencoba memotret mereka. Rooney langsung marah dan meludahi sang pemotret tersebut.

Kasus peludahan itu terjadi pada Selasa (29/7) lalu di dekat Jalan Oxford, London. Rupanya sang paparazzi tak terima dan mengadukan masalah itu ke polisi. Jumat (1/8), Rooney dipanggil polisi untuk diiterograsi.

Dalam hukum Inggris, peludahan terhadap seseorang termasuk pelanggaran hukum. Maka, Rooney pun terancam terkena hukuman maupun denda. Media Inggris melaporkan, kemungkinan hasil pemeriksaan itu akan dibawa ke kejaksaan untuk ditentukan apakah akan diteruskan ke pengadilan atau tidak.

Seorang juru bicara polisi metropolitan London mengatakan, "Pada hari Rabu (30/7) pukul 12.10 pagi, kami menerima laporan ketiga bahwa seorang fotografer telah diludahi oleh seseorang di luar restaurant di Hanway Street, W1."

"Peristiwa itu terjadi pada pukul 10.20 Selasa (29/7) malam. Orang yang dicurigai meludahi fotografer itu berumur 22 tahun berjenis kelamin laki-laki. Dia sudah diinterograsi polisi. Namun, dia tak ditahan. Interograsi tak dilakukan di kantor polisi dan kami akan meneruskan penyelidikan ini," tambahnya.

Seseorang yang disebutkan itu tak lain Wayne Rooney. Sejauh ini, bintang Manchester United itu belum berkomentar, demikian juga pihak klub. (GL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau