KUPANG, SABTU - Ikatan Mahasiswa Nusa Lontar (IKMAR) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak pencalonan Setya Novanto sebagai anggota DPR RI berasal dari daerah pemilihan NTT. Alasannya, selama menjadi anggota DPR RI pasca Pemilu 2004, dia tidak memberi kontribusi yang nyata bagi pembangunan masyarakat dan daerah NTT.
Penolakan itu disampaikan IKMAR dalam suratnya yang ditujukan kepada Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Propinsi NTT. Surat bernomor 06/BP.IKMAR/NTT/VIII/2008 tanggal 1 Agustus 2008, yang ditandatangani Zetri Oscar N (Wakil Ketua) dan Marten Ndolu (Sekretaris Umum) di Kupang, Jumat (1/8).
"Sebagai komponen mahasiswa, kami sangat menyesalkan keberadaan Setya Novanto dan Carles Mesang sebagai anggota DPR RI dari Dapil NTT II yang diusung Partai Golkar, karena tidak adanya kontribusi yang nyata bagi pembangunan masyarakat dan daerah NTT. Setya Novanto tidak pernah melaksanakan dan merealisasikan apa yang menjadi komitmennya pada saat kampanye, yang disampaikan kepada masyarakat Kota Kupang pada pemilu 2004, baik janji-janji kampanye melalui media cetak dan elektronik, yaitu janji membangun rumah sakit termegah di Asia yang berlokasi di Kota Kupang. Sampai saat ini hanya tinggal janji," tulis IKMAR.
IKMAR mengatakan, sebagai komunitas masyarakat NTT yang berada di Kota Kupang, mereka perlu menyampaikan pokok- pokok pikiran dan menyataan sikap kepada partai politik, termasuk Golkar. Menurut IKMAR, Partai Golkar sebagai peserta pemenang Pemilu 2004 seyogyanya terus berupaya melakukan konsolidasi organisasi yang sistematis, terpadu dan terkoordinir secara baik agar dapat mempertahankan prestasi. Disadari bahwa hal ini merupakan tantangan yang sangat berat bagi seluruh kader Partai Golkar.
Untuk mencapai hasil maksimal, demikian IKMAR, dalam proses Pemilu 2009 yang akan datang, maka loyalitas, dedikasi, militansi dan solidaritas di antara sesama kader partai harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
"Oleh karena itu dalam melakukan proses dan tahapan rekruitmen bakal calon anggota DPR RI, DPRD NTT dan kabupaten/kota seharusnya Partai Golkar dapat mempertimbangkan secara baik kader yang akan direkrut dan ditempatkan. Kader Golkar yang direkrut menempati posisi strategis dimaksud harus mempunyai kapasitas dan kemampuan serta tipe kader yang tidak gampang mengubar janji-janji dalam masa kampanye/kader yang punya potensi membohongi rakyat. Partai Golkar juga harus dapat melihat dan menjaring kader yang benar-benar memiliki basis yang jelas dan dapat menyumbangkan kemenangan yang signifikan bagi partai," demikian IKMAR. (aca/Pos Kupang)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang