IKMAR Tolak Setya Novanto Caleg dari NTT

Kompas.com - 02/08/2008, 04:31 WIB

KUPANG, SABTU - Ikatan Mahasiswa Nusa Lontar (IKMAR) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak pencalonan Setya Novanto sebagai anggota DPR RI berasal dari daerah pemilihan NTT. Alasannya, selama menjadi anggota DPR RI pasca Pemilu 2004, dia tidak memberi kontribusi yang nyata bagi pembangunan masyarakat dan daerah NTT.

Penolakan itu disampaikan IKMAR dalam suratnya yang ditujukan kepada Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Propinsi NTT. Surat bernomor 06/BP.IKMAR/NTT/VIII/2008 tanggal 1 Agustus 2008, yang ditandatangani Zetri Oscar N (Wakil Ketua) dan Marten Ndolu (Sekretaris Umum) di Kupang, Jumat (1/8).

"Sebagai komponen mahasiswa, kami sangat menyesalkan keberadaan Setya Novanto dan Carles Mesang sebagai anggota DPR RI dari Dapil NTT II yang diusung Partai Golkar, karena tidak adanya kontribusi yang nyata bagi pembangunan masyarakat dan daerah NTT. Setya Novanto tidak pernah melaksanakan dan merealisasikan apa yang menjadi komitmennya pada saat kampanye, yang disampaikan kepada masyarakat Kota Kupang pada pemilu 2004, baik janji-janji kampanye melalui media cetak dan elektronik, yaitu janji membangun rumah sakit termegah di Asia yang berlokasi di Kota Kupang. Sampai saat ini hanya tinggal janji," tulis IKMAR.

IKMAR mengatakan, sebagai komunitas masyarakat NTT yang berada di Kota Kupang, mereka perlu menyampaikan pokok- pokok pikiran dan menyataan sikap kepada partai politik, termasuk Golkar. Menurut IKMAR, Partai Golkar sebagai peserta pemenang Pemilu 2004 seyogyanya terus berupaya melakukan konsolidasi organisasi yang sistematis, terpadu dan terkoordinir secara baik agar dapat mempertahankan prestasi. Disadari bahwa hal ini merupakan tantangan yang sangat berat bagi seluruh kader Partai Golkar.

Untuk mencapai hasil maksimal, demikian IKMAR, dalam proses Pemilu 2009 yang akan datang, maka loyalitas, dedikasi, militansi dan solidaritas di antara sesama kader partai harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk mencapai hasil yang diharapkan.

"Oleh karena itu dalam melakukan proses dan tahapan rekruitmen bakal calon anggota DPR RI, DPRD NTT dan kabupaten/kota seharusnya Partai Golkar dapat mempertimbangkan secara baik kader yang akan direkrut dan ditempatkan. Kader Golkar yang direkrut menempati posisi strategis dimaksud harus mempunyai kapasitas dan kemampuan serta tipe kader yang tidak gampang mengubar janji-janji dalam masa kampanye/kader yang punya potensi membohongi rakyat. Partai Golkar juga harus dapat melihat dan menjaring kader yang benar-benar memiliki basis yang jelas dan dapat menyumbangkan kemenangan yang signifikan bagi partai," demikian IKMAR. (aca/Pos Kupang)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau