Yenny Wahid: Ariel Selalu Bilang yang Bukan Peterpan

Kompas.com - 02/08/2008, 09:06 WIB

JAKARTA, SABTU - Salah satu korban pembunuhan berantai Very Idham Henyansyah (30), Ariel Somba Sitanggang (35) adalah teman sekolah Yenny Wahid di SMA Negeri 28 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Lalu apa komentar Yenny mengenai kematian tragis teman seangkatannya itu?

"Yang paling saya ingat, dia (Ariel) selalu bilang 'Gue Ariel yang bukan Peterpan'. Dulu, Ariel kelas 3 Fis (Fisika), saya Bio (Biologi)," ujar Yenny kepada Kompas.com, Jumat (1/8) malam. Menurut putri sulung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu, ia dan Ariel sama-sama angkatan tahun 1992.

Meski tak terlalu dekat, Yenny mengaku kenal baik dengan Ariel. Awalnya, Yenny tak menyangka bahwa Ariel yang menjadi korban Ryan adalah Ariel yang dikenalnya. "Nama Ariel kan banyak. Saya kaget banget, saya nggak nyangka kalau itu dia setelah lihat fotonya. Saya pikir orang lain," lanjut putri Gus Dur itu.

Hingga saat ini, nomor ponsel Ariel masih tersimpan di phone book ponsel Yenny. Terakhir kali, ia bertemu Ariel sekitar akhir 2007 hingga awal 2008. "Ketemunya kebetulan aja, papasan di luar. Ya paling saling sapa, cerita lo sekarang di mana, kerja apa. Dia orangnya ramah, baik, perhatian dan apa ya grapyak (akrab) gitu. Tapi pas kami reunian beberapa bulan lalu, dia memang nggak datang," ujarnya.

Namun, Yenny sempat mendapat cerita dari seorang teman SMA lainnya, Kusmanto, sahabat Ariel sejak SMA. Berdasarkan cerita Kusmanto, kata Yenny, Ariel sempat mengirimkan pesan singkat saat akan berangkat ke Surabaya pada April lalu. "Ini ceritanya Kus. Waktu itu, Ariel bilang mau ke Surabaya sama temannya yang bernama Ryan. Katanya ada kerjaan di sana. Nah, setelah nggak pulang-pulang, ibunya si Ariel tanya ke Kus, minta tolong dicekkan ke kostnya. Pas dicek ke kost, yang ada malah Ryan. Setelah itu, teman saya si Kus itu lapor ke polisi. Katanya sih, Ryan sempat diperiksa polisi. Tapi ngakunya dia nggak jadi ke Surabaya," papar Yenny.

Setelah mendengar kabar bahwa jenazah Ariel telah sampai di rumah duka, Yenny dan teman-teman SMA-nya akan melayat ke rumah Ariel di kawasan Depok, Jawa Barat. "Nih, sekarang saya lagi sms-an dengan beberapa teman. Kami memang ada rencana, janjian mau ke rumahnya. Kalau nggak besok, mungkin hari Minggu. Sebagai teman, kami ikut shock dia meninggal dengan cara setragis itu," kata Yenny.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau