Mantan Pejabat Depkeu Itu Tewas dengan Tujuh Tusukan

Kompas.com - 02/08/2008, 12:20 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, SABTU - Mantan pejabat Departemen Keuangan (Depkeu) Hamonangan Hutabarat (70) beserta istri, Marinta boru Simatupang (67), dan pembantunya, Santi (22), adalah korban pembunuhan yang dilakukan tersangka Nendi Suhendi (25), Sabtu (2/8) dini hari.

Pembunuhan dilakukan di kediaman korban di Jalan Tegal 15 RT 10 RW 07, Menteng, Jakarta Pusat. Diduga, Nendi hendak melakukan perampokan, tapi karena aksinya diketahui, dia kalap dan langsung membunuh ketiga korban.Nendi Suhendi adalah anggota Perlindungan Masyarakat (hansip) Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat,

Hamonangan adalah mantan pejabat Eselon I Departemen Keuangan. Hamonangan tewas dengan 7 luka tusukan, Marinta dengan 6 tusukan, dan Santi tewas dengan 4 luka tusukan. Motif pembunuhan diduga karena pelaku akan melakukan perampokan. Menurut kesaksian warga, Rudi, ketiga korban ditemukan tergeletak di halaman rumah.

Kondisi rumah dalam keadaan berantakan dan banyak ditemukan bercak darah. "Sekitar jam 4 pagi kedengaran seperti orang berkelahi, ada ribut-ribut. Terus dicek, Maya, pembantunya, udah di depan pintu pagar," kata Rudi. Mayat Santi telah bergeser ke halaman saat warga kembali ke TKP.

Saat berita ini diturunkan, kepolisian dari Tim Identifikasi Polres Jakarta Pusat telah selesai melakukan olah TKP. "Semuanya sudah di Polres Jakarta Pusat," ujar seorang petugas polisi yang melakukan pengamanan, Solihin.

Hingga siang ini, ketiga korban telah dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi. Di rumah duka, sejumlah rekan korban dari Gereja HKBP Menteng Lama berdatangan untuk menunggu kedatangan jenazah. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau