Rekaman Adam Air bukan Rekaman ATC Bandara Hasanuddin

Kompas.com - 02/08/2008, 15:23 WIB

Laporan wartawan Kompas Aryo Wisanggeni Genthong

MAKASSAR, SABTU-Rekaman yang disebut-sebut sebagai rekaman kotak hitam pesawat Adam Air yang hilang pada 1 Januari 2007 dipastikan tidak berasal dari rekaman Air Trafic Control Bandar Udara Hasanuddin Makassar. Air Trafic Control Bandar Udara Hasanuddin Makassar juga tidak bisa memastikan asli-tidaknya rekaman itu, karena tidak ikut menangani kotak hitam yang diangkat dari perairan Majene pada Agustus 2007.

General Manajer Air Trafic Control (ATC) Bandar Udara (Bandara) Hasanuddin Makassar, Edi Amiruddin, menyatakan rekaman yang disebut-sebut sebagai rekaman kotak hitam Adam Air itu tidak berasal dari rekaman ATC Bandara Hasanuddin.

"ATC tidak bisa mendengarkan percakapan di ruang pilot. Dalam rekaman yang beredar itu, seakan-akan ada perbincangan di ruang pilot. Jadi itu tidak mungkin rekaman suara ruang ATC. Saya tidak bisa menilai asli-tidaknya rekaman itu, karena saya belum pernah mendengar suara rekaman yang asli. Saya juga tidak tahu darimana peredaran rekaman itu," kata Edi.

Terlepas dari soal asli-tidaknya rekaman itu, Edi mengingatkan peredaran rekaman yang disebut-sebut sebagai rekaman kotak hitam Adam Air itu tidak etis. Ia menyatakan pihak yang mengedarkan rekaman itu seharusnya menghormati perasaan keluarga korban dan awak pesawat.

"Itu hanya membangkitkan kembali luka keluarga korban dan keluarga awak pesawat. Sama sekali tidak ada gunanya mengedarkan rekaman seperti itu. Apakah yang mengedarkan tidak membayangkan perasaan keluarga korban mendengar rekaman seperti itu. Sebagai manusia biasa, saya merasa sedih mendengar rekaman itu. Tetapi apakah benar rekamannya seperti itu? Pihak yang berwenang yang tahu," katanya.(ROW)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau