PALEMBANG, SABTU-Hingga Juli 2008, case fatality rate atau angka kematian akibat penyakit flu burung atau avian influenza di Indonesia meningkat menjadi 81 persen.
Dari angka kumulatif kasus flu burung yang mencapai 116 orang, sebanyak 94 orang diantaranya meninggal dunia. Demikian diutarakan Menteri Kesehatan RI Siti Fadillah Supari dalam Workshop Pembangunan Desa Siaga di Sumsel, Sabtu (2/8), di Universitas Muhammadiyah Palembang.
Sebagai upaya untuk menekan kasus flu burung di Indonesia, maka pemerintah menerapkan sistem desa siaga di seluruh wilayah Nusantara. Siti juga mencontohkan sejumlah kasus flu burung yang cukup menonjol, yakni di Provinsi DKI 27 kasus dengan 24 orang meninggal dunia dan di Provinsi Banten 20 kasus dengan 17 orang diantaranya meninggal dunia. Secara kumulatif kasus flu burung di Indonesia 116 orang, dengan 94 orang meninggal dunia.
Siti mengingatkan bahwa pendirian desa siaga bukan hanya bertujuan untuk penanggulangan flu burung saja, tapi juga untuk penyakit menular dan tak menular lainnya yang tergolong serius seperti cikungunya, gizi buruk, filariasis, polio, TBC, malaria, dan HIV-AIDS. Untuk menekan kasus flu burung, pemerintah mengalami kendala internal dan eksternal.
Mengenai kendala eksternal, Siti menuding dan menggugat peran sejumlah oranisasi kesehatan internasional yang saat ini justru kontraproduktif dalam hal penuntasan kasus flu burung. "Jelas-jelas ada sejumlah organisasi kesehatan internasional yang menjadikan kesehatan sebagai alat untuk berdagang atas nama teknologi. Inilah sulitnya memberantas flu burung," katanya.
Secara internal, Siti akan menekankan fungsi pencegahan penyakit menular dan nonmenular melalui pendirian desa siaga tersebut. Dengan adanya desa siaga ini, maka ada kader kesehatan yang selalu siaga untuk memberi penyadaran tentang pentingnya bidang kesehatan, mulai dari perilaku sampai jangkauan layanan kesehatan. Hal tersebut, lanjut Siti, searah dengan program besar pemerintah di bidang kesehatan yang meliputi peningkatan pemberdayaan, jangkauan kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ONI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang