BANTUL, MINGGU - Bantuan alat produksi yang diberikan Departemen Perindustrian, kepada sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM korban gempa, ternyata sia-sia. Sebab, alat-alat tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan perajin sehingga tidak dapat digunakan.
Priyo, salah seorang perajin perak di Kotagede menuturkan setidaknya ada 180 set peralatan yang dibagikan ke perajin perak. "Namun, sebagian besar peralatan tersebut butuh daya listrik besar. Sebagian besar daya listrik yang dimiliki perajin hanya sekitar 1.500 Kwh, sedangkan alat-alat itu butuh daya sekitar 4.000 Kwh ke atas," katanya, Minggu (4/7).
Menurut Priyo, para perajin sudah melaporkan masalah tersebut ke pemerintah. Pemerintah juga sudah meminta pihak rekanan yang mengadakan alat-alat tersebut langsung menemui perajin. Memang pihak rekanan berjanji akan memperbaikinya, tetapi sampai sekarang belum ada satu pun dari mereka yang datang ke sini. "Jadi alat-alatnya tetap mangkrak," katanya.
Perajin berharap pemerintah segera memanggil kembali pihak rekanan, supaya segera ada kejelasan soal perbaikan alat produksi.
Priyo menambahkan, persoalan serius yang dihadapi perajin perak pascagempa sebenarnya bukan pada alat-alat produksi, melainkan pemasaran. " Perajin sulit menjual hasil produksinya karena minimnya pemasaran. Masalah inilah yang seharusnya ditangkap oleh pemerintah," katanya.
Tidak terpakainya bantuan alat produksi juga dialami Sudarno, perajin gerabah di Desa Panjangrejo, Pundong. Pascagempa ia menerima bantuan alat berupa tungku dan puteran gerabah. Sayangnya, puteran tersebut terlalu tebal sehingga menyulitkan perajin dalam mendesain bentuk gerabah. Tungku yang diberikan juga tidak cocok dengan kebutuhan mereka.
Tahun ini pemerintah menganggarkan dana Rp 4 miliar untuk pemulihan UKM. Dana bukan digulirkan sebagai modal, tetapi untuk bantuan alat produksi dan pelatihan usaha. Tahun ini anggarannya lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,2 miliar karena mendapat tambahan dari dana rekonstruksi non-perumahan , kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul Yahya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang