Bantuan untuk Korban Gempa Sia-sia

Kompas.com - 03/08/2008, 18:09 WIB

BANTUL, MINGGU - Bantuan alat produksi yang diberikan Departemen Perindustrian, kepada sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM korban gempa, ternyata sia-sia. Sebab, alat-alat tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan perajin sehingga tidak dapat digunakan.

Priyo, salah seorang perajin perak di Kotagede menuturkan setidaknya ada 180 set peralatan yang dibagikan ke perajin perak. "Namun, sebagian besar peralatan tersebut butuh daya listrik besar. Sebagian besar daya listrik yang dimiliki perajin hanya sekitar 1.500 Kwh, sedangkan alat-alat itu butuh daya sekitar 4.000 Kwh ke atas," katanya, Minggu (4/7).

Menurut Priyo, para perajin sudah melaporkan masalah tersebut ke pemerintah. Pemerintah juga sudah meminta pihak rekanan yang mengadakan alat-alat tersebut langsung menemui perajin. Memang pihak rekanan berjanji akan memperbaikinya, tetapi sampai sekarang belum ada satu pun dari mereka yang datang ke sini. "Jadi alat-alatnya tetap mangkrak," katanya.

Perajin berharap pemerintah segera memanggil kembali pihak rekanan, supaya segera ada kejelasan soal perbaikan alat produksi.

Priyo menambahkan, persoalan serius yang dihadapi perajin perak pascagempa sebenarnya bukan pada alat-alat produksi, melainkan pemasaran. " Perajin sulit menjual hasil produksinya karena minimnya pemasaran. Masalah inilah yang seharusnya ditangkap oleh pemerintah," katanya.

Tidak terpakainya bantuan alat produksi juga dialami Sudarno, perajin gerabah di Desa Panjangrejo, Pundong. Pascagempa ia menerima bantuan alat berupa tungku dan puteran gerabah. Sayangnya, puteran tersebut terlalu tebal sehingga menyulitkan perajin dalam mendesain bentuk gerabah. Tungku yang diberikan juga tidak cocok dengan kebutuhan mereka.

Tahun ini pemerintah menganggarkan dana Rp 4 miliar untuk pemulihan UKM. Dana bukan digulirkan sebagai modal, tetapi untuk bantuan alat produksi dan pelatihan usaha. Tahun ini anggarannya lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 2,2 miliar karena mendapat tambahan dari dana rekonstruksi non-perumahan , kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul Yahya.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau