Hamka Yandhu Tak Sebebas Merpati

Kompas.com - 04/08/2008, 10:55 WIB

JAKARTA, SENIN - Apa lagu yang Anda pilih sebagai nada sambung telepon seluler Anda? Biasanya orang memilih nada sambung berdasarkan lagu yang disukanya atau mungkin lagu yang tengah menggambarkan suasana hatinya.

Nah, Hamka Yandhu, memilih lagu Tak Sebebas Merpati sebagai nada sambungnya. Lagu yang dipopulerkan group musik asal Bandung, Kahitna, ini terdengar saat Persda Network menghubungi nomor Hamka, Minggu (3/8) malam. Inilah sepenggal liriknya,

Terimakasih kau terima
Pertunangan indah ini
Bahagia meski mungkin
Tak sebebas merpati.

Hamka adalah mantan anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004 yang ditahan di rumah tahanan Kelapa Dua dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana YPPI Bank Indonesia (BI).

Nomor ponsel yang menggunakan lagu ini digunakan Hamka ketika masih menghuni tahanan Polres Jakarta Barat sebelum dipindahkan ke Rutan Kelapa Dua.

Hamka yang hingga kini masih berstatus anggota Dewan dari Fraksi Golkar itu membuat pengakuan heboh ketika menyebut 52 rekannya sesama anggota Dewan periode 1999-2004 ikut menikmati aliran dana BI, termasuk Paskah Suzetta yang kini menjabat Menneg PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Kehutanan MS Kaban.

Pengakuan Hamka dikemukakan saat diperiksa sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi penggunaan dana YPPI BI di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (28/7) lalu.

Lagu Tak Sebebas Merpati cukup populer awal tahun 2000. Yuk, bernyanyi bersama Hamka:

Kala kita lihat
Sepasang merpati
Terbang bebas lepas
Tepat di hadapan
Lalu kaubertanya
Kapan kita bagai mereka
Terbang lepas bebas....
Lepas bebas ke ujung dunia
Dan kubertanya
Maukah kau terima
Pinangan tanpa
Sisa cinta yang lain
Rona bahagia
Terpancar dari anggukan
Saat kupasangkan....
Pasang cincin di jemari

Refrain:
Terimakasih kau terima
Pertunangan indah ini
Bahagia meski mungkin
Tak sebebas merpati

(Persda Network/Aco)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau