JAKARTA, SENIN - Puluhan keluarga pasien RSCM yang menjadi korban pengusiran RSCM mendeklarasikan Kelompok Rakyat Pengawas Rumah Sakit (KRPR) dan menandatangani dokumen deklarasi di depan kantor Departemen Kesehatan RI (Depkes RI), Jakarta, Senin (4/8).
Sebelumnya, mereka menggelar demonstrasi dengan berjalan di sepanjang jalan depan kompleks kantor Depkes RI sejak pukul 10.00 WIB.
Menurut Ketua LBH Kesehatan Jakarta Iskandar Sitorus yang mendampingi aksi mereka, aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan rasa kecewa atas perlakuan pemerintah dalam hal ini Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat miskin dalam hal akses kesehatan.
"Kami telah mengajukan gugatan perdata kepada Menkes dan Direktur RSCM ke Polda Metrojaya pada hari Sabtu untuk mengusut tuntas peristiwa pengusiran oleh pihak RSCM karena alasan renovasi yang tidak rasional itu," kata Iskandar.
Mereka masih melanjutkan aksi hingga pukul 11.00 WIB. Karena tidak ditemui langsung oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, mereka menghentikan aksi dan akan melanjutkan aksi ke WHO dan beberapa Kedubes.
Menurut Iskandar, keluarga pasien ingin bertemu langsung dengan Menkes. Tetapi menurut salah seorang staf Depkes yang berada di lokasi, Menkes sedang menerima tamu dan rapat internal sehingga tidak bisa menemui.
"Kalau minggu depan kami masih belum digubris oleh Menkes, kami terpaksa akan minta perlindungan dan bantuan dari kedutaan besar negara lain seperti beberapa negara Eropa, Arab dan Asia Timur. Seharusnya pemerintah SBY-JK malu kalau sampai kami meminta bantuan ke Kedubes," kata Iskandar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang