Kelompok Rakyat Pengawas RS Deklarasikan Diri di Depan Depkes

Kompas.com - 04/08/2008, 12:08 WIB

JAKARTA, SENIN - Puluhan keluarga pasien RSCM yang menjadi korban pengusiran RSCM mendeklarasikan Kelompok Rakyat Pengawas Rumah Sakit (KRPR) dan menandatangani dokumen deklarasi di depan kantor Departemen Kesehatan RI (Depkes RI), Jakarta, Senin (4/8).

Sebelumnya, mereka menggelar demonstrasi dengan berjalan di sepanjang jalan depan kompleks kantor Depkes RI sejak pukul 10.00 WIB.

Menurut Ketua LBH Kesehatan Jakarta Iskandar Sitorus yang mendampingi aksi mereka, aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan rasa kecewa atas perlakuan pemerintah dalam hal ini Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat miskin dalam hal akses kesehatan.

"Kami telah mengajukan gugatan perdata kepada Menkes dan Direktur RSCM ke Polda Metrojaya pada hari Sabtu untuk mengusut tuntas peristiwa pengusiran oleh pihak RSCM karena alasan renovasi yang tidak rasional itu," kata Iskandar.

Mereka masih melanjutkan aksi hingga pukul 11.00 WIB. Karena tidak ditemui langsung oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, mereka menghentikan aksi dan akan melanjutkan aksi ke WHO dan beberapa Kedubes.

Menurut Iskandar, keluarga pasien ingin bertemu langsung dengan Menkes. Tetapi menurut salah seorang staf Depkes yang berada di lokasi, Menkes sedang menerima tamu dan rapat internal sehingga tidak bisa menemui.

"Kalau minggu depan kami masih belum digubris oleh Menkes, kami terpaksa akan minta perlindungan dan bantuan dari kedutaan besar negara lain seperti beberapa negara Eropa, Arab dan Asia Timur. Seharusnya pemerintah SBY-JK malu kalau sampai kami meminta bantuan ke Kedubes," kata Iskandar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau