Pansus BBM Minta BPK Lakukan Audit Investigasi

Kompas.com - 04/08/2008, 15:56 WIB

JAKARTA,SENIN - Tim Kecil dari Pansus Hak Angket BBM DPR-RI akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi terhadap kebijakan kenaikan harga BBM oleh pemerintahan SBY akhir Mei lalu. Empat poin yang akan diminta Tim Kecil untuk diperhatikan oleh BPK dalam audit yang bersifat khusus ini adalah produksi, ekspor impor, kontrak karya, dan cost recovery.

Ketua Tim Kecil Pansus Hak Angket BBM Zulkifli Hasan dari Fraksi PAN mengatakan akan melayangkan surat permohonan ke BPK untuk melakukan audit investigasi tersebut. Keempat poin itu sudah disepakati bersama dalam rapat kerja Tim Kecil hari ini. "BPK harus diberi substansi masalah yang akan dilakukan," ujar Zulkifli dalam rapat kerja Tim Kecil di Gedung DPR RI, Senin (4/8).

Anggota Tim Kecil juga memberikan mandat kepada empat pimpinan Tim Kecil untuk melakukan diskusi dan tukar pikiran dengan BPK mengenai poin-poin tersebut. Diskusi ini diharapkan dapat menajamkan wawasan Tim Kecil dalam menganalisa kebijakan kenaikan harga oleh pemerintah sehingga bisa mengurai secara rinci hal-hal yang perlu diperhatikan termasuk membuat daftar pertanyaan dari klasifikasi masalah yang sudah dihimpun hari ini.

"Misalnya soal produksi ada berapa pertanyaan yang diurai. Kemudian, bagaimana BPK dan semuanya tahu terhadap seluruh kontrak-kontrak eksplorasi migas," ujar anggota Tim Kecil dari Fraksi PKB Abdulah Azwar Anas usai rapat kerja. Menurut Azwar, ketidaktransparan kontrak-kontrak eksplorasi di Indonesia adalah salah satu sumber penyimpangan kebijakan migas di Indonesia. Oleh karena itu, Azwar mengharapkan BPK mengaudit bagian itu secara khusus.

Rapat kerja Tim Kecil Pansus BBM akan diteruskn hari Kamis mendatang untuk menentukan proses kinerja pansus ke depannya setelah mendengarkan usulan dari seluruh fraksi yang tergabung dalam Tim Kecil ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau