Percakapan Pilot AdamAir Bukan Rekaman Asli

Kompas.com - 04/08/2008, 17:02 WIB

JAKARTA, SENIN - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi memperkirakan rekaman percakapan pilot di kokpit pesawat AdamAir sebelum jatuh di Perairan Mejene, Sulawesi Barat, 1 Januari 2007 yang tersebar di internet bukan rekaman asli.

Meskipun percakapan pilot dengan kopilot sangat mirip dengan suara aslinya, namun rekaman yang asli lebih kabur dari suara rekaman yang beredar di internet dan televisi. Rekaman yang beredar dianggap tidak akurat. "Suara teriakan Allahu Akbar di CVR (cockpit voice recorder) lebih buram dari yang disiarkan di media-media," kata Tatang kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/8).

Demikian pula perbedaan pada data VCR yang asli, di mana ucapan-ucapan terakhir terjadi pada ketinggian 9.600 kaki, setelah itu tidak ada suara sama sekali. Berbeda dengan yang ada di rekaman, ucapan Allahu Akbar terjadi beberapa saat sebelum pesawat tercebur.

Meski demikian, jelasnya, ada kemiripan antara kedua percakapan tersebut, seperti istilah teknis yang ada di dalam percakapan tersebut. Namun, Tatang mengaku belum mendengarkan isi rekaman yang beredar di televisi secara jelas.

Tatang juga mengungkapkan, master piece rekaman VCR di Indonesia ada tiga buah, masing-masing dipegang oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal sebagai dokumen negara, Ketua KNKT Tatang Kurniadi dan Ketua Subkomite Investigasi Transportasi Udara merangkap Ketua Investigator In Charge (IIC) KNKT, Frans Wenas.

Selain itu, rekaman CVR yang juga pernah dibawa ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan tidak ada kopiannya yang tertinggal karena setelah diuji di ITB pada Oktober 2007, rekaman yang tertinggal di komputer telah dihapus. "Kemungkinan bocor dari situ tidak mungkin," tandasnya. (Persda Network/Hendra Gunawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau