JAKARTA, SENIN - Rekaman percakapan di kokpit pesawat AdamAir yang jatuh pada 1 Januari 2007 di Perairan Majene, Sulsel, diakui tidak akurat dengan yang aslinya. Namun data-data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga pernah diacak-acak oleh pihak tertentu.
Hal ini diakui oleh Ketua KNKT Tatang Kurniadi di Jakarta, Senin (4/8). Menurutnya ada pihak-pihak yang menginginkan mendapatkan informasi dari hasil investigasi KNKT perihal kecelakaan AdamAir yang merenggut nyawa 102 orang tersebut. "Ada data yang hilang. Semua daya yang ada masuk ke server saya dan ada yang mengutak-atik server data KNKT," ujar Tatang.
Selain itu, jelasnya, komputer jinjing (laptop) milik investigator KNKT, Sulaiman yang berisi hasil investigasi mengenai AdamAir juga hilang. Data dalam dua laptop yang hilang pada 22 Juli 2007 tersebut berisi data-data hasil investigasi AdamAir dan insiden pesawat di Wamena, Papua. Namun dipastikan yang tercuri hanyalah data-data investigasi bukan rekaman percakapan CVR (cockpit voice recorder). (Persda Network/Hendra Gunawan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang