Aulia: Ada Pertemuan Burhanuddin-Paskah-Rusli

Kompas.com - 04/08/2008, 19:18 WIB

JAKARTA, SENIN - Besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Aulia Tantowi Pohan, mengakui ada pertemuan antara mantan gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah, Meneg PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzeta, dan mantan Kepala Biro Hukum BI Rusli Simanjuntak, pada 2005.

Hal ini terungkap saat jaksa penuntut umum, Agus Salim, menanyakan apakah ada hal lain yang ingin disampaikannya pada persidangan hari ini. "Ada beberapa hal yang penting yang tidak Rusli sampaikan kepada saya, yaitu pertemuan antara Burhanuddin dengan Paskah yang juga dihadiri oleh Rusli, Lukifatul, dan Lukman Benyamin di Hotel Le Meridien Jakarta," ujar Aulia di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (4/8).

Menurut Aulia, ini diungkapkan Rusli saat dia menjenguk mantan Kepala KBI Surabaya itu di Rutan Brimob awal Maret 2008. Pada 2005, menurut BAP Aulia, juga ada pertemuan antara Burhanuddin dan mantan anggota DPR Antony Zeidra Abidin di kantor mantan Gubernur BI itu. Pertemuan itu juga dihadiri Rusli. Aulia juga mengatakan Rusli menyesal karena tidak melaporkan aliran dana untuk desiminasi untuk DPR kepada Aulia. Rusli hanya melaporkan ke Burhanuddin sebagai pertanggungjawaban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau