Warga Sichuan Kembali Panik akibat Gempa 6 SR

Kompas.com - 05/08/2008, 22:50 WIB

BEIJING, SELASA - Gempa bumi berkekuatan 6 skala Richter mengguncang Sichuan, lokasi gempa berkekuatan dahsyat Mei lalu yang menelan hingga hampir 70.000 korban jiwa. Gempa yang berlangsung sehari setelah berlangsung kirab obor olimpiade itu mengakibatkan 1 orang tewas dan 23 lainnya cidera.

Kantor berita resmi Xinhua melaporkan warga yang panik berhamburan keluar menuju ke jalan-jalan dan meninggalkan sejumlah gedung yang berguncang akibat kekuatan gempa bumi yang terjadi tidak berapa lama sebelum pukul 18.00 waktu setempat. Gempa bumi Selasa (5/8) ini mengguncang wilayah Qingchuan, barat daya Sichuan. Guncangan gempa bumi juga terasa di Hanzhong dan Xi'an yang terletak di provinsi Shaanxi, serta kota Chongqing.

Badan Survei Geologi AS melaporkan pusat gempa bumi yang terjadi hari ini terletak 48 kilometer kota Guangyuan barat laut dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan gempa ini merupakan yang terbaru dari serangkaian gempa yang terjadi setelah guncangan berkekuatan 7,9 skala Richter melanda Sichuan pada 12 Mei lalu sehingga menewaskan hampir 70.000 orang dan mengakibatkan 5 juta warga kehilangan tempat tinggal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau