WASHINGTON, RABU - Dihadapkan pada kelesuan ekonomi dan lonjakan inflasi, bank sentral AS (The Fed) untuk kedua kali berturut-turut dalam rapat kebijakannya memutuskan untuk tidak mengubah suku bunganya. Dalam rapat Selasa sore (5/8) waktu Washington atau menjelang Rabu (6/8) dini hari waktu Indonesia, The Fed mempertahankan nilai suku bunga sebesar 2 persen.
Keputusan The Fed tersebut telah diantisipasi oleh bursa keuangan New York. Tidak berapa lama setelah diumumkannya keputusan The Fed itu, indeks Dow Jones industrial naik 227 poin serta berada pada 11.511.
The Fed juga tidak mengubah nilai suku bunga dalam rapat kebijakannya pada 24-25 Juni lalu. Sebagian besar ekonom yakin The Fed terhimpit oleh tekanan pertimbangan di masalah kenaikan inflasi dan ancaman resesi yang dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar tahun ini.
Keputusan terbaru The Fed mempunyai arti tingkat suku bunga pinjaman bank komersil AS tidak akan berubah dari kisaran 5 persen. Tingkat suku bunga bank tersebut merupakan yang terendah sejak penghujung tahun 2004.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang