JAKARTA, RABU - Sebanyak 400 pelajar SLTP dan SLTA di Jakarta meringis sekaligus memalingkan wajahnya ketika mengikuti penyuluhan narkoba di Auditorium Perpustakaan Nasional Jakarta. Pasalnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) sedang menunjukkan bahaya narkoba melalui video.
Video yang diputar melalui proyektor ke sebuah layar putih setinggi 2,5 meter itu menunjukkan gambar korban narkoba yang juga terkena virus HIV/AIDS. Tubuh sejumlah korban yang terinfeksi virus mematikan itu penuh dengan luka menganga berwarna merah, berair, dan infeksi karena tak kunjung sembuh. Wajar, sebab virus HIV menyerang daya tahan tubuh manusia.
"Hiiiiii...," ujar mereka serempak sambil memalingkan wajah saat melihat gambar tersebut. Namun, setelah video tersebut selesai diputar, mereka menunjukkan antusiasmenya dengan bertepuk tangan sambil menyunggingkan senyum. Itulah suasana Rabu (6/8) pagi ini saat BNN mengadakan Penyuluhan Sadar Narkoba bagi Pelajar SLTP dan SLTA. Penyuluhan dilakukan untuk mengoptimalisasi pemberdayaan potensi sebagai penyuluhan pencegahan narkoba yang representatif di lingkungan sekolah serta sebagai informan, promotor, dan pencegahan narkoba. (BOB)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang