Awas Ranjau Paku di Depan Menara Saidah

Kompas.com - 06/08/2008, 11:55 WIB

JAKARTA, RABU-Ranjau paku kembali menjadi momok menakutkan bagi para pengendara sepeda motor. Laporan dari petugas Polantas di lapangan beberapa paku banyak ditemukan di sekitar Jl.MT.Haryono dari depan Menara Saidah hingga depan Kantor Lantas Mabes Polri.

"Banyak paku di sekitar depan Menara Saidah hingga Kantor Lantas Mabes Polri," ujar AKP Kasto, petugas Polda yang sedang melintas di ruas tersebut, Rabu (6/8).

Dikatakannya,korban akibat ranjau paku ini belum diketemukan namun hal ini berbahaya jika tidak dibersihkan. Traffic Management Centre (TMC) telah berkoordinasi dengan Pihak Patwal Polda agar segera menerjunkan petugas yang dilengkapi besi berani (magnet) untuk  membersihkan paku –paku yang tersebar diruas jalan tersebut .

Informasi yang didapat TMC akhir –akhir ini jenis paku yang tersebar berbeda jenisnya dan sekarang sudah mulai beragam. "Paku jenis pancing yang dirancang khusus dengan gigi ganda banyak ditemukan, sehingga jika menancap ban bisa langsung mengancurkan ban dalam,”ujar Bripka Aritonang petugas TMC yang sering membersihkan paku–paku di jalur protokol.

Tips dari TMC kepada pengendara motor dari arah Cawang menuju Pancoran agar sementara tidak menggunakan jalur paling kiri di MT Haryono. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau