JAKARTA, RABU - Harga properti di kawasan Jakarta Barat diperkirakan akan melonjak hingga capaian maksimal Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi dalam lima tahun mendatang. Saat ini harga properti di kawasan tersebut berada dikisaran Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per meter persegi.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Informasi Properti, Broker Properti Jakarta Barat Sudewo dalam acara media briefing tentang harga kawasan di Jakarta, Rabu (6/8).
Kenaikan harga properti, menurut Sudewo, dipengaruhi oleh investasi besar-besaran di Jakarta Barat, seperti the St Moritz dan Lippo Karawaci. Kedua developer ini melakukan pengembangan dengan konsep global city.
"Perolehan pendapatan informasi properti naik menjadi Rp 10 miliar pada bulan Juli dari bulan sebelumnya yang hanya Rp 5 miliar," kata Sudewo. "Padahal, saat ini tingkat suku bunga dan harga jual naik, namun harga beli masyarakat terus meningkat," sambungnya.
Sementara itu, Direktur Capital Market Property Jones Lang Lasalle Vivin Harsanto mengatakan, faktor-faktor yang mempengaruhi harga properti kawasan yakni, lokasi, aksesibilitas, kedekatan dengan fasilitas publik, luas lahan dan status kepemilikan.
Untuk Jakarta Barat, kata Vivin, kawasan sekitar pusat bisnis merupakan kawasan dengan nilai paling tinggi, saat ini berkisar antara Rp 10-15 juta per meter persegi. Harga itu akan bertambah mahal terlebih proyek Jakarta Outer Ring Road akan selesai dalam waktu dekat ini.
Saat ini, realisasi pertumbuhan pembangunan mencapai 65 persen, meningkat dibanding tahun 2006 yang hanya 58,33 persen, dan tahun 2005, 55, 66 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang