PNIM Targetkan Tiga Juta Suara

Kompas.com - 06/08/2008, 13:43 WIB

DENPASAR, RABU-Ketua Umum Partai Nasionalis Indonesia Marhaenisme (PNIM) Sukmawati Soekarnoputri menargetkan tiga juta suara pada Pemilu Legislatif 2009.

"Kami optimis untuk mendapatkan suara sebanyak itu, jika semua pengurus partai mampu menggerakkan mesin parpol di tengah masyarakat dengan perolehan kursi DPR minimal 2,5 persen," kata Sukmawati Soekarnoputri di Denpasar, Rabu.

Dalam acara sosialisasi PNIM di Bali itu, dia mengatakan, Bali merupakan leluhur partai dengan nomor urut 15 tersebut. Maka dari itu pengurus dan kader-kader partai harus mampu menarik simpati rakyat Bali untuk dapat meraup kemenangan dalam Pemilu Legislatif mendatang.

"Untuk mewujudkan kemenangan tersebut semua pengurus dan kader partai harus berjuang keras dan memperhatikan nasib rakyat, karena Pemilu mendatang rakyatlah yang menentukan," kata Sukmawati yang disambut yel-yel.

Ia mengatakan, untuk mendapatkan simpati rakyat pengurus pusat secara "all out" untuk datang ke daerah-daerah di Indonesia, guna menyosialisasikan visi dan misi partai tersebut.

"Kami berkeyakinan partai ini mendapat simpati di masyarakat, sebab partai ini sudah ada sebelum proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945," kata putri Bung Karno itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau