Nepal Perpanjang Tenggat Pemerintah Baru

Kompas.com - 06/08/2008, 17:20 WIB

KATHMANDU, RABU- Presiden Nepal telah memperpanjang tenggat waktu bagi mantan pemberontak Maois untuk membentuk pemerintahan pertama republik baru itu.

Seorang pejabat, Rabu (5/8), menyatakan, Presiden Ram Baran Yadav telah meminta Maois yang baru-baru ini memenangi pemilihan umum untuk membentuk pemerintah nasional konsensus pada Selasa, namun mereka gagal menarik dukungan dari partai-partai yang lain.

Pertikaian politik telah menempatkan Nepal dalam kekosongan pemerintahan resmi sejak penghapusan kerajaan Hindu yang telah berusia 240 tahun dan menjadi republik federal Mei lalu. "Presiden telah memberikan tiga hari tambahan bagi kelompok Maois untuk membentuk pemerintah konsensus," kata Lokhari Pandey, Sekertaris Bersama Kantor Presiden.

Tenggat waktu diperpanjang atas permintaan pimpinan Maois Prachanda setelah mencapai kesepahaman dengan partai politik yang lain. Maois mengusulkan sebuah program kebijakan awal pekan ini dalam sebuah perundingan untuk mencapai konsensus memimpin pemerintahan mendatang.

Pemerintahan itu menitikberatkan pada pengangguran, pembaharuan sistem pertanahan, dan pasokan bahan bakar atau makanan. 

Maois muncul sebagai partai tunggal terbesar dalam pemilihan umum baru-baru ini, menguasai sebagian besar dari 601 kursi dewan rakyat yang akan menghasilkan konstitusi baru bagi negara miskin itu dalam dua tahun mendatang.

Kelompok sayap kiri itu mengakhiri pemberontakan berdarah kelompok komunis yang telah berlangsung satu dasawarsa terakhir itu pada 2006.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau