KATHMANDU, RABU- Presiden Nepal telah memperpanjang tenggat waktu bagi mantan pemberontak Maois untuk membentuk pemerintahan pertama republik baru itu.
Seorang pejabat, Rabu (5/8), menyatakan, Presiden Ram Baran Yadav telah meminta Maois yang baru-baru ini memenangi pemilihan umum untuk membentuk pemerintah nasional konsensus pada Selasa, namun mereka gagal menarik dukungan dari partai-partai yang lain.
Pertikaian politik telah menempatkan Nepal dalam kekosongan pemerintahan resmi sejak penghapusan kerajaan Hindu yang telah berusia 240 tahun dan menjadi republik federal Mei lalu. "Presiden telah memberikan tiga hari tambahan bagi kelompok Maois untuk membentuk pemerintah konsensus," kata Lokhari Pandey, Sekertaris Bersama Kantor Presiden.
Tenggat waktu diperpanjang atas permintaan pimpinan Maois Prachanda setelah mencapai kesepahaman dengan partai politik yang lain. Maois mengusulkan sebuah program kebijakan awal pekan ini dalam sebuah perundingan untuk mencapai konsensus memimpin pemerintahan mendatang.
Pemerintahan itu menitikberatkan pada pengangguran, pembaharuan sistem pertanahan, dan pasokan bahan bakar atau makanan.
Maois muncul sebagai partai tunggal terbesar dalam pemilihan umum baru-baru ini, menguasai sebagian besar dari 601 kursi dewan rakyat yang akan menghasilkan konstitusi baru bagi negara miskin itu dalam dua tahun mendatang.
Kelompok sayap kiri itu mengakhiri pemberontakan berdarah kelompok komunis yang telah berlangsung satu dasawarsa terakhir itu pada 2006.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang