JAKARTA,RABU - Rupiah Rabu (6/8) sore melemah ke posisi Rp 9.080 per dollar AS. Pelaku pasar melepas rupiah untuk melakukan ambil untung (profit taking) setelah dua hari sebelumnya menguat.
"Kenaikan rupiah dua hari lalu membuat pelaku pasar melakukan aksi lepas untuk mencari untung. Ini teknikal saja, sebagai upaya konsolidasi pemain pasar," kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta.
Menurut dia, rupiah diperkirakan akan kembali menguat pada hari berikutnya, karena sentimen positif pasar masih mendukung pergerakan mata uang lokal itu. "Perkiraan masuknya dana parkir pengusaha Indonesia yang ditempatkan di luar negeri merupakan salah satu faktor yang mendorong peluang rupiah untuk naik lagi cukup besar," katanya
Selain itu rupiah masih akan mendapat dukungan dari portofolio investasi asing yang diperkirakan akan meningkat, setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunganya dari 8,75 persen menjadi 9 persen atau naik 25 basis poin.
Rupiah, lanjut dia, pada akhir bulan ini diperkirakan akan terus menguat hingga mencapai angka Rp 9.000 per dollar AS, setelah sebelumnya sempat berada di level Rp 9.050 per dollar AS, namun posisi itu tidak berlangsung lama kembali melemah pada angka Rp 9.070 per dollar AS.
"Kami memperkirakan rupiah akan dapat mencapai angka Rp 9.000 per dollar AS melihat upaya pengusaha asing makin aktif meningkatkan investasinya di dalam negeri," katanya.
Posisi rupiah, menurut dia, saat ini sangat stabil, sesuai yang diinginkan Bank Indonesia (BI) berada dalam posisi yang aman di bawah angka Rp 9.200 per dollar AS.
Terlebih lagi diprediksi perekonomian Indonesia membaik, didukung oleh pernyataan Bank Indonesia (BI) yang optimis bahwa laju inflasi pada bulan berikutnya akan lebih baik, setelah Juli lalu hanya mencapai 1,39 persen turun dari bulan lalu yang mencapai 2,46 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang