Israel akan Bebaskan 150 Tahanan Palestina

Kompas.com - 07/08/2008, 06:58 WIB

RAMALLAH, KAMIS - Perdana Menteri Israel Ehud Olmert telah berjanji membebaskan 150 tahanan Palestina. Demikian diungkapkan juru runding Palestina Saeb Erekat, Rabu (7/8).

"Pembebasan mereka dari penjara-penjara Israel akan dimulai pada akhir Agustus," kata Erekat.
       
Olmert dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu di Yerusalem pada Rabu untuk meninjau kemajuan dalam perundingan perdamaian yang terus berlangsung.
       
Juru bicara Olmert, Mark Regev, sebelumnya Rabu mengkonfirmasi bahwa Olmert telah memberi tahu Abbas mengenai rencana pembebasan itu, yang dimaksudkan sebagai "tanda maksud baik dan langkah pembangunan kepercayaan".
       
Ia tidak menjelaskan berapa jumlah tahanan yang akan dibebaskan, atau apakah daftar tahanan yang dibebaskan mencakup Marwan Barghouti, pemimpin gerakan Fatah Tepi Barat kubu Abbas yang dipenjara, atau Ahmed Sadat, pemimpin Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina (PFLP).
       
Israel menahan sekitar 11.000 orang Palestina dan Erekat mengatakan bahwa negara Yahudi itu telah setuju membebaskan 120 hingga 150 orang, dan mungkin lebih banyak lagi.
       
"Sebagai jawaban atas permintaan Abu Mazen (Abbas), Israel akan membebaskan tahanan-tahanan Palestina pada akhir Agustus sebagai tanda maksud baik dan langkah pembangunan kepercayaan pada orang Palestina," kata Regev setelah pertemuan di kediaman Olmert itu.
       
Sumber-sumber Israel mengatakan, pembebasan Barghouthi merupakan sebuah opsi namun keputusan belum diambil mengenai hal itu.
 Kelompok pejuang garis keras Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, memasukkan nama Barghouthi, pemimpin-pemimpin Hamas dan ratusan tahanan dalam daftar Palestina yang mereka tuntut agar dibebaskan untuk ditukar dengan prajurit Israel Gilad Shalit, yang ditangkap pejuang-pejuang Gaza dalam penyerbuan lintas-batas dua tahun lalu.
       
Sejumlah pejabat Israel menganggap pembebasan Barghouthi kepada Abbas sebagai pilihan yang lebih baik ketimbang menyerahkannya kepada Hamas sebagai bagian dari sebuah perjanjian menyangkut Shalit yang sedang diperantarai Mesir.
       
"Saya tidak sedang berbicara mengenai nama," kata Regev ketika ditanya apakah Barghouthi termasuk tahanan yang akan dibebaskan kepada Abbas.
       
Israel membebaskan 429 tahanan Palestina sebagai isyarat baik kepada Abbas setelah pembukaan kembali perundingan perdamaian pada November pada sebuah konferensi di Annapolis, Maryland.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau