Mereguk Untung Bisnis Kemasan Makanan

Kompas.com - 07/08/2008, 10:08 WIB

Usaha makanan ritel di Indonesia terus tumbuh, namun sangat sedikit yang bisa menembus pasar internasional karena terganjal di sisi kemasan yang kurang menarik. Hal itulah yang menginspirasi Darningsing Rustiadji (55) dan kedua temannya membentuk PT Packaging House Internasional, penyuplai pengemas makanan dan minuman.

Menurut Darningsih banyak peroduk makanan dan minuman dari Indonesia yang sudah bagus dan enak, namun kurang menarik dalam pengemasannya. Karena itu, dia tertarik membuat solusi untuk mengemas. "Ini original konsep dan hanya ada di kita," kata Darningsih yang akrab disapa Ibu Dar ini.

Usaha ini memang masih terbilang muda. Ibu Dar mempersiapkan usahanya pada September 2006 silam dengan membuat desain produk kemasannya terlebih dulu. Untuk membuat desain tersebut, Ibu Dar menggandeng beberapa Perguruan Tinggi di Bandung, seperti Institute Teknik Nasional (ITENAS), Bandung, jurusan desain produk. Proses menciptakan desain memakan waktu 5 bulan. Karena itu, Ibu Dar baru resmi memulai usahanya pada tahun 2007.   

Kini, untuk melayani konsumen Ibu Dar selalu sedia stok produk beragam desain pengemas makanan dan minuman, mulai dari kardus, kantung karton, plastik, botol, dan sebagainya. Jika ada pesanan, kata Ibu Dar, hanya dalam waktu seminggu sudah selesai dikerjakan. Pesanan bisa selesai lebih cepat kurang dari seminggu, manakala konsumen sudah merancang dan membawa desain produk yang diinginkannya sendiri.

Selain melayani pesanan dalam jumlah banyak, Ibu Dar juga melayani order eceran kemasan. "Kita tidak ada minimum order sehingga memudahkan bagi mereka yang ingin membeli sedikit," kata wanita kelahiran Bandung ini. Hanya saja, Ibu Dar menerapkan harga yang berbeda untuk pesanan dalam jumlah yang banyak dan eceran.

Satuan pengemas makanan dari plastik dijual dengan harga Rp 125. Sedangkan untuk pesanan dalam jumlah 1000, hanya dijual dengan harga Rp 100 per satuan. Pemberlakukan harga yang berbeda ini, menurut Ibu Dar, selain untuk menyiasati keuntungan yang bisa didapat, juga untuk mengajari konsumen untuk mulai berhitung. Sebagian besar pelanggan Packaging House adalah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKN) yang bergerak dalam ritel.

Ibu Dar mengaku selama satu tahun kiprahnya dalam usaha pengemas makanan dan minuman ini, belum banyak keuntungan yang didapatnya. Pasalnya, kata Ibu Dar, untuk memasarkan suatu produk baru bukanlah hal yang mudah. Masih perlu melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan produk ke pasar. Selain itu, masih banyak pelaku UMKN yang bergerak dalam ritel makanan yang belum melek produk yang bagus dan laku terutama di pasar internasional. "Perlu merubah paradigma user bahwa dengan adanya kemasan akan meningkatkan daya jual," ujar Ibu Dar.      

Namun, Ibu Dar yakin usaha pengemas makanan dan minuman merupakan bisnis masa depan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pengemas. Untuk terus memasarkan produknya, Ibu Dar terus melakukan pelatihan dan sosialisasi terhadap masyarakat dan UMKM akan pentingnya kemasan yang berkualitas. Ibu Dar menjelaskan kemasan yang baik juga tergantung pada mutu dan harga. Selain mempercantik karena desain dan logo, kemasan juga berfungsi menjaga mutu makanan dari kotoran, debu, air, benturan, dan sebagainya.


=====================
Packaging House
Jl. P.H.H Mustopa No.39
Bandung 40192
Telpon: (022) 87241366/0819-10256472
E-mail: phi_indonesia@yahoo.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau