Ancam Obama, Seorang Pria Ditahan

Kompas.com - 08/08/2008, 12:39 WIB

MIAMI, JUMAT - Seorang pria yang menyimpan senjata dan perangkat militer di kamar hotel dan mobilnya dihadapkan ke pengadilan hari Kamis (7/8) dengan dakwaan mengancam akan membunuh kandidat presiden dari partai Demokrat, Barack Obama.

Raymond Hunter Geisel, 22, ditahan oleh pengawal presiden (secret service) pada hari Sabtu di Miami. Ia dibawa ke pusat penahanan tanpa jaminan oleh pengadilan federal setelah secret service bersaksi bahwa Geisel mengeluarkan ancaman tersebut di Miami akhir Juli. Menurut saksi, Geisel memberi julukan berbau rasis pada Obama dan mengatakan, "Kalau dia terpilih, aku akan membunuhnya."

Saksi lain mengutip Geisel dengan mengatakan, "Ia membenci George W Bush dan ia ingin memasukkan peluru ke kepala presiden itu."

Obama memang baru mengunjungi Florida 1-2 Agustus lalu, namun ia tidak berada di wilayah Florida Selatan.

Mengenai tuduhan itu, Geisel membantah dalam pernyataan tertulis bahwa ia pernah mengeluarkan ancaman itu, dan tidak ada dokumen yang menunjukkan bahwa ia akan melakukan pembunuhan. Ia sendiri didakwa hanya dalam kasus mengancam Obama, dan bukan terhadap Presiden Bush. Namun begitu, hukuman untuk orang yang mengancam kandidat presiden atau wakil presiden adalah penjara maksimal lima tahun.

Dalam penggeledahan terhadap mobil Ford Explorer 1998 milik Geisel dan kamar hotelnya di Miami, petugas menemukan pistol 9 mm, belati, lusinan amunisi termasuk yang bisa menembus rompi antipeluru, pakaian loreng militer, serta parang.

Menurut pengakuan Geisel terhadap secret service, ia berasal dari Bangor, Maine, dan saat ini tinggal di rumah kapal di kota Marathon, Florida. Ia mengaku menggunakan pistol untuk berlatih, pisau untuk perlindungan, dan parang untuk memangkas semak-semak.

Sebelumnya, menurut petugas setempat di Maine, Geisel pernah dinyatakan bersalah karena melakukan ancaman kriminal pada tahun 2007 dan harus mendekam di penjara Bangor selama 48 jam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau