PALOPO, JUMAT - Anda mungkin sering menemukan beberapa merk cemilan coklat berharga agak mahal seperti Mars, M&M, Snicker, Starbust, atau Milky Way yang agak jarang ditemukan di tanah air. Merk-merk itu diproduksi oleh sebuah perusahaan asal Amerika Serikat, Mars Incorporated , yang salah satu sumber bahan bakunya adalah biji kakao dari Indonesia, terutama di Sulawesi. Nah, dalam waktu dekat, Mars berniat mengeluarkan suatu jenis produk coklat yang jauh lebih murah dibandingkan dengan merk-merk tadi, khusus untuk konsumen Indonesia.
"Saat ini, petani kakao di Indonesia hanya menjual biji kakao mereka, tetapi jarang yang bisa menikmati hasil coklatnya. Sehingga, kami berniat mengeluarkan produk coklat murah yang bisa dinikmati di Indonesia," ujar Presiden Direktur PT Mars Simbioscience Indonesia, Noel Janetski mengungkapkan hal tersebut di Palopo, Jumat (8/8).
Sebelumnya, sekitar tahun 2004, Mars pernah membangun pabrik pengolahan coklat di Medan, Sumatera Utara. Pabrik ini menghasilkan salah satu merk coklat, yakni Starburst. Namun, pabrik ini kemudian ditutup karena ternyata pemasaran Starburst kalah bersaing dibandingkan merk lokal yang jauh lebih murah. Nah dalam waktu dekat, Mars akan kembali dengan merk berharga lebih murah.
Mars merupakan perusahaan milik keluarga terbesar yang masih ada di dunia hingga saat ini. Perusahaan yang didirikan oleh Frank C Mars ini memiliki lebih dari 223 kantor di seluruh dunia, serta 129 fasilitas manufaktur, serta mendistribusikan produknya di 66 negara.
Untuk menopang kebutuhan bahan bakunya, Mars menyedot 250.000 biji kakao di dunia. Empat persen dari kebutuhan itu dipasok dari Mars Simbioscience Indonesia. Indonesia merupakan produsen kakao ketiga terbesar di dunia, yakni 500.000 ton per tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang