Menhan: Wajar Ada Permintaan dari Kongres AS

Kompas.com - 08/08/2008, 14:34 WIB

Laporan wartawan Persda Network Ade Mayasanto

JAKARTA, JUMAT-Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono menilai wajar ada permintaan dari sejumlah anggota Kongres AS agar Presiden Susilo BambangYudhoyono membebaskan dua warga Papua yang mengibarkan bendera kelompok separatis Bintang Kejora.

"Wajar saja kalau mereka mengajukan. Tapi nanti kita kaji dan kita pastikan atas dasar kepentingan kita apakah layak untuk ditanggapi atau tidak ," ujar Menhan di Jakarta, Jumat (8/8).

Dia menambahkan, bukan hanya anggota Kongres AS yang kerap menggugat kebijakan pemerintah Indonesia, selama ini di negeri Paman Sam itu, banyak sekali lembaga swadaya masyarakat yang ikut mempertanyakan kebijakan pemerintah terkait TNI, dan Papua.

"Ini tidak mengarah ke mana-mana. Wajar saja di beberapa ibu kota di Eropa dan Amerika Utara selalu ada masalah tentang Papua, Aceh, Poso. Ini kebetulan Papua sedang mencuat. Ini bagian dari persoalan gugatan-gugatan HAM yang saban bulan selalu saja ada satu dua alasan untuk mengangkat kembali masalah-masalah ini," ungkap Menhan.

Selama ini, lanjut Menhan, pemerintah Indonesia sudah melakukan pertemuan dengan tujuh LSM di Washinton untuk membahas masalah-masalah HAM yang terjadi di Indonesia. "Waktu itu kita bahas HAM dari segi lima dimensi, hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Saya katakan bahwa kita di Papua sesuai dengan arahan Presiden selalu diselesaikan dengan dialog dan demokratis," katanya.

Filep Karma dan Yusak Pakage sendiri pada Mei 2005 dijatuhi hukuman 15 dan 10 tahun penjara dalam kasus makar pengibaran bendera Bintang Kejora di Lapangan Trikora, Abepura, pada 1 Desember 2004.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau