Pemerintah Belum Setujui Penyesuaian Harga Proyek

Kompas.com - 08/08/2008, 15:23 WIB

JAKARTA, JUMAT - Nasib penyedia jasa konstruksi yang tergabung dalam Asosiasi Konstruksi terancam gulung tikar. Pasalnya, hingga kini usulan eskalasi atau penyesuaian harga nilai kontrak terhadap kontrak yang mereka ajukan belum mendapat persetujuan dari pemerintah.

Dirjen Anggaran Departemen Keuangan Anny Ratnawati mengatakan Ditjen Anggaran telah membahas masalah ini dengan beberapa instansi terkait. Namun, dalam pebahasan tersebut masih perlu dikaji secara legal dan belum ada pembahasan secara final. "Saya belum bisa katakan apapun karena harus diperiksa kembali ketentuan yang berlaku," kata Anny.

Menurut Anny, tidak ada ketentuan yang mengizinkan eskalasi pada proyek-proyek tunggal tahun anggaran 2008 yang sumber dananya berasal dari APBN/APBD. Dalam Keppres 80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah tidak ada pasal yang mengatur eskalasi harga atas kenaikan harga BBM atau hargaapapun.

Penyesuaian nilai kontrak untuk kontrak tahun tunggal hanya dimungkinkan bila terjadi keadaan kondisi kahar. Kondisi kahar diakibatkan oleh peperangan, kerusuhan, revolusi, bencana alam, pemogokan, kebakaran, dan gangguan industri lainnya.  "Karena itu, menurut penilaian kami, dampak kenaikan harga BBM tanggal 23 Mei lalu sama sekali belum mengakibatkan terjadinya kondisi kahar," jelasnya.

 

Tahun 2005 lalu, kata Anny, harga BBM mengalami kenaikan 123 persen dan pemerintah tidak memberlakukan eskalasi harga. Apalagi dalam kondisi sekarang yang hanya naik 28 persen.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau