JAKARTA,JUMAT - Sektor perkebunan dan perbankan menggerus Bursa Efek Indonesia atau BEI, sehingga Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akhir pekan harus terdampar di zona merah. IHSG Jumat (8/8) sore ditutup turun 3,085 poin (0,14 persen) menjadi 2.195,926.
Sedangkan indeks Kompas100 juga turun 1,345 poin (0,25 persen) pada 536,445. Indeks LQ45 berkurang 0,932 poin (0,20 persen) menjadi 454,073. Sementara Jakarta Islamic Index (JII) berhasil menguat 2,045 poin (0,57 persen) di posisi 360,934 dengan ditopang sektor pertambangan.
Poin yang dikumpulkan saham-saham sektor pertambangan yang rebound, akhirnya harus habis terkikis oleh melemahnya mayoritas sektor, dengan dipimpin sektor perkebunan dan sektor perbankan.
Perdagangan hari ini didominasi 113 saham turun dibanding 59 saham naik dan 79 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 2,411 miliar saham dengan nilai Rp 3,996 triliun dari 45.485 kali transaksi.
Sementara di regional, bursa saham terbagi dua kubu. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin bursa kawasan regional tedampar di zona merah dengan turun 0,99 persen ke 21.885,21. Diikuti indeks Strait Times Singapura melemah 0,90 persen serta indeks komposit Shanghai melorot 4,47 persen.
Sementara indeks Tertimbang Taiwan memimpin zona hijau dengan menguat 2,63 persen ke 7.209,04. Kemudian indeks Nikkei 225 naik 0,33 persen ke 13.168,41. indeks All Ordinaries Australia bertambah 0,15 persen, serta indeks Kospi Korsel meningkat 0,30 persen.
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain Indo Tambang raya Megah (ITMG) naik Rp 1.600 ke 27.200. PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 13.250. HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 11.000. Serta Bumi Resources (BUMI) naik Rp 300 ke Rp 5.650.
Sedangkan saham-saham yang terdampar di top lossers antara lain Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 400 ke Rp 18.500 Bank BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 6.050. London Sumatra (LSIP) turun Rp 100 ke Rp 6.650. Serta Bank Danamon (BDMN) turun Rp 100 ke Rp 5.400
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang