3.063 Hektar Padi di Lamongan Kekeringan

Kompas.com - 08/08/2008, 17:37 WIB

LAMONGAN, JUMAT - Sebanyak 3.063 hektar tanaman padi yang tersebar di Kecamatan Lamongan, Turi, Glagah, Kedungpring, dan Sukodadi, Kabupaten Lamongan mengalami kekeringan, sementara 50 hektar tanaman padi dinyatakan puso. Namun petani di Lamongan masih bisa panen 4.755 ton jagung dari luas tanam 5.145 hektar dan panen kedelai sebanyak 5.974 ton dari realisasi tanam seluas 505 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan, Djoko Purwanto, Jumat (8/8), mengatakan untuk areal tanaman padi yang rusak sedang dan rusak ringan diupayakan mendapatkan air dari waduk Gondang, waduk Balongganggang dan rawa Kranon. Tanaman yang diupayakan mendapatkan air diantaranya di Desa Madulegi Kecamatan Sugio seluas 11 hektar rusak sedang dan 10 hektar rusak ringan.  

"Di Desa Madulegi dari luas tanam 193 hektar, 50 hektar puso dan 16 hektar rusak berat. Tetapi petani di Desa Sekarbagus, Derman dan Kalipang Kecamatan Sugio panen jagung, kedelai dan palawija," kata Djoko.

Adapun di Kecamatan Lamongan dengan luas lahan tanam 2.742 hektar yang mengalami kekeringan ringan seluas 514 hektar dan kekeringan sedang sebanyak 223 hektar. Umur tanaman rata-rata 55 hari. Tanaman padi Kecamatan Turi tanaman yang kekeringan seluas 1.16 0 hektar dengan rata-rata tanaman berusia 40 hari.

Di Kecamatan Glagah yang mengalami kekeringan 638 hektar umur tanaman rata-rata 40 hari. Sedangkan di Kecamatan Kedungpring yang mengalami kekeringan seluas 344 hektar dengan umur tanaman rata-rata 65 hari.

Panen Jagung dan Kedelai

Meskipun tanaman padi dilanda kekeringan saat ini para petani di Lamongan sedang panen kedelai, jagung dan palawija. Djoko Purwanto mengatakan realisasi tanam kedelai bulan Juli 2008 seluas 505 hektar tersebar di Kecamatan Kembangbahu, Kedungpring, Pucuk, dan Lamongan. Hasil panen kedelai sebanyak 5.974 ton.

Realisasi tanam jagung bulan Juli seluas 5.145 hektar tersebar di 14 Kecamatan yakni Sukorame, Ngimbang, Sambeng, Mantup, Kembangbahu, Babat, Lamongan, Sarirejo, Turi, Karanggeneng, Sekaran, Maduran, Laren, dan Paciran. "Hasil panen jagung sebanyak 4.745 ton," kata Djoko.

Hasil panen palawija tidak dimasukkan dalam laporan karena tanaman tersebut merupakan pendamping. Bahkan petani Lamongan biasanya menanam jenis tanaman palawija seperti cabe, tomat, dan sayuran di pematang sawah tamba. "Di musim kemarau seperti ini petan i menggunakan tambaknya untuk menanam jagung atau kedelai karena tanah pasca tambak diyakini sangat subur untuk pertanian," katanya.

Waduk dan Rawa Susut Perparah kekeringan

Kekeringan areal pertanian di Lamongan diperparah dengan mengeringnya Waduk Prijetan di Kecamatan Kedungpring dan menyusutnya waduk Gondang di Kecamatan Sugio. Kapasitas normal waduk Prijetan 9 juta meter kubik (m3) tetapi kini kering kerontang tanah waduk pun merekah belah. Kapasitas waduk Gondang 23 juta m3 tinggal sekitar 15 persen. Akibatnya, lahan pertanian di wilayah Gondang, Sugio, Lamongan, Turi, Kedungpring, Kembangbahu, Mantup, Sugio, dan Babat Selatan kesulitan air.

Sementara rawa Semando mengalami pendangkalan sehingga pengairan sawah tidak optimal. Menurut Kepala Desa Gembong Kecamatan Babat M Bahrul Ulum pengalihan fungsi rawa untuk tambak memperparah kekeringan. Fungsi rawa tidak optimal untuk menampung dan menj aga ketersediaan air.

Kondisi tersebut berpengaruh terhadap produksi padi. Seorang petani di Desa Gembong Suarto (35) mengatakan dalam kondisi normal dalam satu hektar bisa menghasilkan sekitar 7 ton. Tetapi saat panen Juli lalu hanya 3 ton saja akibat banyak yang gabuk (tidak berisi).

Pemkab Lamongan tahun ini berencana menormalisasi Waduk Dukuh dan Dermo di Kecamatan Tikung serta Waduk Tuwiri di Kecamatan Sarirejo dengan anggaran Rp 414 juta. Tahun 2007 lalu, Waduk Palangan di Kecamatan Karangbinangun dinormalisasi dengan biaya Rp 235 juta.

Diharapkan kapasitas waduk bisa maksimal kembali setelah dinormalisasi. Kepala Dinas Pengairan Lamongan Heru Sanjoto menyebutkan kapasitas maksimal Waduk Dukuh 74.945 meter kubik (m3), Waduk Dermo 43.230 m3, dan Waduk Tuwiri 416.892 m3. Tiga waduk tersebu t menjadi sumber air bagi lahan pertanian 12 desa di sekitarnya. Di Lamongan, terdapat ada dua waduk besar yakni Prijetan dan Gondang, 33 waduk kecil serta 10 rawa- rawa dengan kapasitas seluruhnya 107 juta m3.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau