Ngeseks Berisik, Tetangga Terusik

Kompas.com - 09/08/2008, 02:57 WIB

Sepasang kekasih di Inggris membuat kegaduhan yang tidak lazim pada malam hari dengan aktivitas seks maraton mereka sehingga memancing amarah tetangga di sekitar flat mereka. Aktivitas seks dengan suara gaduh dari Kerry Norris (29), seorang ibu beranak satu, dengan kekasihnya itu telah berlangsung selama dua setengah tahun terakhir.

Norris dikenai denda oleh pengadilan di Brighton, Kamis (7/8), setelah terlibat hubungan intim sepanjang malam dengan kekasihnya, Adam Hinton, dengan teriakan penuh gairah sehingga meresahkan tetangga di sekitarnya.  Dalam persidangan, Len Baten, jaksa penuntut, menerangkan hubungan seks maraton Norris dengan kekasihnya itu telah membuat para tetangganya di blok yang terdiri dari 6 flat terjaga pada malam hari sehingga jam tidur mereka terganggu.
 
Salah satu penggugat, Michelle Tyrell, ibu dari 3 anak, menjelaskan di persidangan bahwa hubungan intim Norris dengan kekasihnya itu telah mengakibatkan putrinya yang berusia 4 tahun terjaga pada malam hari. Menurut Tyrell, kata-kata tidak senonoh yang keluar dari pasangan yang kerap berteriak meluapkan hasrat saat berhubungan seks ini mengakibatkan putrinya itu bertanya padanya tentang arti dari kata-kata tersebut. "Putriku sering mengalami mimpi buruk akibat kata-kata yang didengarkannya itu," jelas Tyrell.

Sang kekasih, Adam Hinton, membantah di persidangan bahwa Kerry telah menyebut frasa yang tidak pantas selama berhubungan badan dengannya seperti yang dituding oleh penggugat, Tyrell. "Kerry  tidak seberisik pasangan yang pernah kukencani," bela Adam Hinton.

Sementara itu, tetangga yang bersebelahan dengan flat Kerry, Richard Powell (36), mengeluhkan jam tidur malamnya yang terganggu akibat aktivitas seks itu. Pria yang berprofesi sebagai sopir itu mengaku sering terganggu tidur malamnya karena letak tempat tidurnya membelakangi dinding pemisah antara flatnya dan flat Kerry.

"Ujung ranjang Kerry sering menghantam tembok saat ia berhubungan intim dengan kekasihnya dan hal itu membuatku tidak dapat tidur sepanjang malam," kata Richard. "Saya terpaksa mengambil libur kerja karena kurang tidur mengingat saya biasa menyiapkan diri untuk bekerja pada pukul 05.30 pagi," keluhnya.

Flat Richard Powell hanya memiliki 1 kamar tidur yang diisi oleh istri dan anak-anak mereka pada malam hari. Namun, saat tetangga mereka itu asyik berhubungan seks disertai suara gaduh, istri Richard Powell, Sarah, terpaksa memindahkan anak-anak mereka ke ruang tamu. "Saya tidak ingin anak-anakku mendengarkan suara-suara yang terdengar di seberang dinding. Benar-benar menjijikkan apa yang mereka lakukan," jelas Sarah tentang alasannya itu.  

Kerry Norris sebelumnya telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena menciptakan kegaduhan yang meresahkan. Norris dikenai denda 200 poundsterling (sekitar Rp 3,6 juta) dan biaya persidangan 100 poundsterling, selain wajib membayar ganti rugi kepada salah seorang penggugat senilai 15 poundsterling.

Namun, Kerry membela diri dengan menyatakan bahwa ia belum mempunyai kekasih saat tudingan menimbulkan kegaduhan itu diarahkan pada dirinya per tanggal 25 Februari lalu. "Saat itu saya belum punya teman kencan, jadi yang berhubungan seks saat itu bukan saya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau