Yuk, Periksa Ereksi Lewat Website

Kompas.com - 10/08/2008, 14:11 WIB

PEMBAHASAN tentang ereksi dan kekerasan penis kini bukan monopoli kaum Adam semata.  Para wanita juga membutuhkan info akurat soal yang satu ini ini karena ereksi secara nyata dapat mempengaruhi kualitas dan kepuasan berhubungan intim dengan pasangan.

Dari sekian banyak hal seputar ereksi, yang sangat penting untuk diketahui adalah derajat ereksi atau tingkat kekerasan penis saat menegang. Untuk mengungkap seberapa keras ereksi, kini tersedia sebuah instrumen khusus mengukur tingkat kekerasan ereksi sekaligus diagnosis sederhana disfungsi ereksi, bernama Erection Hardness Score (EHS).

Instrumen EHS diperkenalkan PT Pfizer Indonesia untuk pertamakalinya pada pertemuan tahunan European Association of Urology (EAU) ke-22 di Berlin pada 2007 berdasarkan konsensus global yang dimuat Journal of Sexual Medicine.  Konsensus itu di antaranya menetapkan bahwa tingkat kekerasan ereksi sebagai faktor utama dalam mencapai seks yang lebih baik.

Supaya instrumen EHS lebih mudah dikenal dan digunakan masyarakat,  PT Pfizer Indonesia kini  menyediakan layanan pengukuran EHS dalam situs bernama Vi-Lounge (www.vi-lounge.com). Melalui situs ini, kata Senior Product Manager PT Pfizer Indonesia Dr. Andini W. Suhardi, setiap orang dewasa bukan hanya dapat mengetahui tingkat kekerasan penis, namun juga mendapatkan tips-tips kehidupan seksual bersama pasangan serta informasi lengkap mengenai masalah disfungsi ereksi (DE) dan cara menanggulanginya.

Peluncuran situs Vi-Lounge, lanjut Andini, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kampanye PT Pfizer Indonesis  yang bertajuk “Better Erection for Better Sex, Better Sex for Better Quality of Life”.

“Dengan adanya situs Vi-Lounge, diharapkan masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan memperoleh informasi yang diperlukan untuk mencapai kehidupan yang lebih bahagia melalui kualitas kehidupan seksual yang lebih baik,” jelas Andini dalam jumpa pers Jumat (8/7) lalu di Jakarta..

“Selain informasi-informasi tentang seksualitas, pengunjung situs Vi-Lounge, terutama para pria juga dapat melakukan tes Erection Hardness Score (EHS) untuk mengetahui skala derajat kekerasan ereksi. Bila skala derajat ternyata tidak mencapai derajat 4, maka pria tersebut memiliki kecenderungan mengalami gangguan disfungsi ereksi (DE), sehingga perlu segera berkonsultasi ke dokter dan melakukan terapi DE, ” lanjut Dr Andini.

EHS adalah metode pengukuran tingkat kekerasan ereksi yang dapat dilakukan sendiri menggunakan empat (4) derajat pengukuran yang sederhana. Derajat 1 dapat dijabarkan sebagai penis yang membesar namun tidak keras (diibaratkan  tapai). Derajat 2 adalah penis yang keras namun tidak cukup untuk melakukan penetrasi (seperti pisang). Pada derajat 3 penis sudah cukup keras untuk melakukan penetrasi namun tidak seluruhnya keras (seperti sosis), sedangkan derajat 4 penis keras seluruhnya dan tegang sepenuhnya (seperti ketimun).

Tingkat EHS dapat diketahui dengan cara mengisi beberapa pertanyaan dalam kuisioner di menu Menjadi Pria Bahagia – Apakah saya Terkena Masalah DE? Atau klik banner ‘Test Your EHS’ di halaman depan website. Setelah mengisi serangkaian pertanyaan tersebut, Anda dapat mengetahui hasilnya. dan  diperlihatkan ke dokter atau seksolog untuk konsultasi lebih lanjut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau