Dirut Mandiri : Dana Akuisisi Indover Tidak Masalah

Kompas.com - 10/08/2008, 18:29 WIB

JAKARTA, MINGGU  - Dirut PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Agus Martowardoyo memastikan perusahaan tidak akan kesulitan mendanai rencana akuisisi Indonesische Overzeese Bank NV (Bank Indover) yang saat ini sedang memasuki tahap uji tuntas (due dilligence).

"Bank Mandiri punya modal Rp 28 triliun termasuk memiliki obligasi rekap senilai Rp 88 triliun. Jadi tidak masalah," katanya, seusai mendampingi Menneg BUMN Sofyan Djalil menutup Pertandingan Olah Raga-BUMN (POR BUMN), di Kantor Kementerian, Jakarta, Minggu (10/8).
    
Menurut Agus, pihaknya hingga kini belum bisa menyampaikan soal proses uji tuntas rencana akuisisi Indover tersebut, namun diproyeksikan rampung sebelum akhir tahun 2008. "Setelah selesai (kajian), Mandiri baru kembali melaporkan ke Bank Indonesia untuk menyesuaikan aspek aturan yang berlaku di Belanda dan aturan di Indonesia," katanya.
    
Sebelumnya Menneg BUMN Sofyan Djalil menyatakan mendukung rencana akuisisi tersebut dan meminta Mandiri segera mempercepat penyelesian uji tuntas. "Setelah uji tuntas dapat dilakukan kajian mendalam untuk mengetahui kelayakannya termasuk seberapa besar kemampuan keuangan perusahaan serta kapasitas pendanaan yang dimiliki Mandiri," kata Sofyan.
    
Bank Indover merupakan anak perusahaan Bank Indonesia yang kepemilikan sahamnya akan dilepas pada tahun 2008. Proses penjualan saham Indover dimulai pada 2002, tercatat dua calon investor menyatakan minat yaitu Crosby dan PT Bank Ekspor Indonesia (BEI). Namun hingga kini proses divestasi tersebut belum juga rampung.

Menurut Agus Martowardoyo, keputusan rencana akusisi Indover terkait target perusahaan menjadi bank berskala internasional dalam rangka transformasi menjadi regional "champion bank" pada 2010.

Manajemen Mandiri juga berharap Indover bisa menjadi jalan yang memuluskan target tersebut, karena Indover sebagai bank yang bermarkas di Belanda, memiliki izin untuk beroperasi penuh di luar negeri. Saat ini, Bank Indover memiliki cabang di Hamburg, Hong Kong dan Singapura.

Meski begitu Agus tidak merinci target pangsa pasar Mandiri jika rencana akuisisi terealisasi termasuk nilai akuisisi Indover. "Nilainya tidak bisa saya sebutkan. Penasehat keuangan dan semua lembaga penunjang semuanya sudah bekerja," katanya.
    
Ia hanya menjelaskan, bahwa dengan membeli saham Indover akan memberikan peningkatan nilai bagi Mandiri. "Kalaupun itu (akuisisi) menjadikan menjadi Mandiri berskala internasional, yang harus dijaga adalah bagaimana bank ini tetap sebagai bank yang sehat, kuat dan efisien," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau