Peluang Berat, KarSa Terjunkan Wulan Goeritno

Kompas.com - 11/08/2008, 03:51 WIB

JAKARTA, SENIN - Meski unggul di putaran pertama, peluang pasangan Soekarwo-SyaifullahYusuf (KarSa) untuk kembali unggul pada putaran kedua Pilkada Jawa Timur akan sulit. Peluang pasangan yang diusung koalisi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tidak lebih besar daripada pasangan Khofifah-Moedjiono (KaJi). Hal itu diakui langsung oleh Ketua Umum PAN, Soetrisno Bachir.

"Memang agak berat (untuk putaran II) karena saya mendapatkan informasi bahwa PDIP dan Golkar akan mengalihkan dukungan ke KaJi," ujar Soetrisno Bachir kepada Surya di Jakarta, Minggu (10/8).

Selain kabar PDIP dan Partai Golkar akan memilih merapat ke pasangan KaJi, partai lain yang jagonya kalah di putaran I, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebut Soetrisno Bachir juga kemungkinan besar akan melakukan langkah serupa.. "PKB sudah jelas, karena kalau saya lihat PKB nya Gus Dur maupun Muhaimin nggak ke Syaiful dari sejak awal karena kan nggak sejalan. Jadi memang tidak mudah untuk putaran II ini untuk Karsa," sambung Soetrisno.

Namun, politisi yang populer dengan slogan iklannya Hidup adalah Perbuatan ini mengaku tidak lemah semangat. Soetrisno mengatakan, meski putaran II akan lebih berat bagi pasangan KarSa, namun, itu malah akan menjadi tantangan bagi PAN untuk lebih bekerja optimal.

"Kalau PDIP dan Golkar dukung kaJi itu sangat berat. Tapi justru itu yang membuat saya terusik untuk mensukseskan KarSa yang dalam posisi relatif lemah untuk putaran II ini. Kemarin saya baru dari Jatim, saya kumpulkan kader-kader partai untuk mulai bekerja keras, cerdas dan ikhlas untuk kemenangan KarSa ini. Karena untuk menguji jaringan, mesin partai dan kader partai dalam menghadapi pemilu 2009, di sinilah pemanasan untuk menuju kemenangan 2009, khususnya di Jatim," lanjut dia.

Selain mengoptimalkan mesin dan jaringan partai, Soetrisno juga menyiapkan strategi lain untuk bisa memikat hati para pemilih yang sebelumnya merupakan pemilih pasangan yang diusung PDIP, Partai Golkar maupun PKB, agar beralih mendukung KarSa. Strategi itu yakni menerjunkan artis-artis yang selama ini menjadi kader PAN dan juga yang akan msuk bursa calon anggota legislatif (caleg) lewat PAN.

"Para artis akan kami tes agar terjun di masyarakat untuk memenangkan Pilkada Jatim ini. Mereka diantaranya ada Wulan Guritno, Marini Zumarnis, Eko Patrio, dan juga Cahyono. Harapannya, public figure ini bisa mengubah orang yang sebelumnya pemilih pak Soetjipto, atau pak Soenarjo atau pak Achmady, bisa beralih memilih Karsa" kata dia.

Soetrisno yang juga disebut-sebut akan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009, menyebut bahwa PAN sekarang berbeda dengan PAN yang dulu. PAN yang dulu identik dengan Muhammadiyah, sekarang paradigma sudah berubah. "PAN di Jatim sekarang sudah menjadi bagian dari warga NU, bagian dari marhaen. Nah, paradigma PAN baru ini yang harus disosialisasikan kemudian di tes apa rakyat sudah menerima," lanjut dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau